RANTAU-Perusaha daerah Air Minum (PDAM) PT Air Minum Bastari Tapin Maju Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, mengantisipasi dampak penurunan debit air baku yang mulai terjadi di sejumlah wilayah dengan menyiapkan berbagai langkah agar layanan kepada pelanggan tetap berjalan selama musim kemarau.

Direktur PDAM Tapin Alimin Fauzi mengatakan, penurunan debit paling signifikan terjadi pada sumber air baku Danau Nes 14 di Desa Kembang Habang Baru, Kecamatan Salam Babaris, sehingga waktu operasional pengambilan air berkurang drastis.

“Normalnya instalasi beroperasi sekitar 12 jam per hari, namun sekarang hanya mampu beroperasi selama empat hingga lima jam karena debit air terus menurun,” ujarnya di Rantau, Kabupaten Tapin, Selasa.

Alimin menjelaskan, PDAM telah melakukan penggalian pada titik sumber air serta menambah jaringan pipa untuk mempertahankan pasokan air bersih kepada pelanggan di wilayah terdampak.

“Selain upaya teknis, PDAM juga menyiapkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki apabila kondisi kekeringan semakin memburuk. Air nantinya akan dipasok dari instalasi pengolahan di Kecamatan Tapin Selatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ia menyebutkan, penurunan debit air juga mulai terjadi di beberapa desa di Kecamatan Tapin Tengah. Namun kondisi di wilayah tersebut masih relatif terkendali karena sumber air baku berasal dari sungai yang hanya mengalami pasang surut, sehingga belum menyebabkan kekeringan seperti di Salam Babaris.

Berdasarkan perkiraan PDAM, ucap Alimin, kondisi penurunan debit air baku diperkirakan masih berlangsung hingga Agustus seiring musim kemarau yang masih berlangsung di wilayah Kabupaten Tapin.

“PDAM Tapin akan terus mengoptimalkan pengelolaan sumber air dan menyiapkan langkah darurat agar pelanggan tetap memperoleh pasokan air bersih serta tidak mengalami krisis air selama periode penurunan debit tersebut,” tambah Alimin.{{an/mb03}}