Nanik S Deyang: Belum Dua Bulan Memimpin, Saya Ambruk

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Ia dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 78/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional. Pelantikan digelar di Istana Negara pada Rabu (22/7).

“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi dharmabakti saya kepada negara, Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” ucap Sudaryono saat membacakan sumpah, seperti dikutip CNNIndonesia.com.

Sudaryono menjabat sebagai Kepala BGN menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena harus menjalani pengobatan ke luar negeri.

Ia mengaku telah meminta izin kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memeroleh second opinion atas kondisi kesehatannya.

“Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai kepala BGN demi kesehatan saya,” ujar Nanik melalui status di akun Facebook Naniek Sudaryati Deyang hari ini.

Nanik mengisyaratkan penggantinya sebagai kepala BGN melalui unggahan di akun Facebook pribadinya. Namun, ia tidak mengungkap identitas sosok yang dimaksud.

“Insya Allah pengganti saya adalah ‘adik saya’ di mana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yg menyimpang,” kata Nanik.

Sementara Sudaryono sendiri merupakan orang dekat Prabowo, sebelumnya ia menjabat sebagai Wamentan.

Di bidang politik, Sudaryono pernah menjadi asisten pribadi Presiden Prabowo pada 2010. Ia kemudian menjabat Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra sebelum dipercaya menjadi Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah.

Eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang bernama lengkap Nanik Sudaryati Deyang mengungkapkan kesehatan dirinya menurun usai memimpin lembaga tersebut selama hampir dua bulan sejak 8 Juni 2026 lalu.

Awalnya, Nanik mengatakan dirinya menghormati Presiden Prabowo Subianto yang telah menjabat hampir dua tahun. Menurut dia, Prabowo adalah sosok yang tegar, sehat dan kuat secara mental dan kesehatan selama menjadi Presiden.

“Saya harus angkat topi setinggi-tingginya pada Pak Presiden Prabowo. Bagaimana beliau secara mental dan kesehatan dihantam habis selama hampir 2 tahun ini (bahkan sudah sejak belasan tahun lalu), namun beliau tegar, sehat dan kuat serta pantang menyerah,” ujar Nanik.

Dengan begitu, ia merasa malu karena dirinya relatif masih lebih muda dan hanya sebagai Kepala BGN, tetapi sudah ambruk selama hampir dua bulan.

Sementara, Nanik menegaskan Prabowo harus memikirkan berbagai macam permasalahan sebagai kepala negara.

“Sumpah saya malu semalu-malunya, yang secara umur relatif jauh masih muda, secara tanggung jawab hanya Kepala BGN, tapi belum genap dua bulan saya pimpin BGN saya ambruk,” tulis Nanik.

Lebih lanjut, ia menceritakan kondisi kesehatannya yang menurun karena terdapat sumbatan di arteri jantung yang dipicu oleh stress yang luar biasa dan kolesterol yang tinggi.

“Menurut dokter saya ada sumbatan di arteri jantung yang selain karena kolesterol tinggi, juga dipicu juga oleh stres yang luar biasa! Saya saat ini memimpin lembaga yang semua orang mencibir karena semua taulah, jadi bisa dibayangkan ancurnya,” tutur Nanik.

Nanik juga mengatakan tugas perbaikan tata kelola program makan bergizi gratis (MBG) masih dapat teratasi, meski terasa berat. Selain itu, ia membeberkan dirinya merasa trauma akut untuk mengatur anggaran yang besar program tersebut.

“Soal membereskan mungkin meski berat saya masih bisa atasi, tapi memegang anggaran besar itu yg membuat saya trauma akut. Saya sampai gak bisa tidur kalau ingat ‘ini duit negara, duit rakyat harus benar dijalankan dan tdk boleh saya kecolongan'” pungkasnya.

Nanik mengungkap alasannya mundur terkait masalah kesehatan. Ia pun pamit kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan di luar negeri.

“Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui,” tulisnya.

Meski direstui mundur oleh Prabowo, Nanik mengaku diminta tetap ikut mengawasi BGN.

“Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut,” tulisnya.

Presiden RI Prabowo Subianto melantik Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada 8 Juni 2026.

Nanik diangkat menjadi Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya telah dicopot Prabowo. Saat itu Dadan tersangkut dugaan korupsi MBG dan kini berstatus tersangka.

Pengangkatan Nanik berdasarkan Keppres nomor 18/M tahun 2026 pemberhentian dan pengangkatan kepala dan wakil kepala BGN dan pemberhentian Wakil Kepala BPKP. web