Mata Banua Online
Kamis, Juni 11, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Iran Ngamuk Usai AS Tolak Visa Staf Timnas

by Mata Banua
7 Juni 2026
in Olahraga
0
D:\8 Junni\Olahraga Senn\iran.jpeg
Upacara Perpisahan – Para anggota tim nasional sepak bola Iran menghadiri upacara perpisahan menjelang keberangkatan mereka ke Piala Dunia 2026 di Teheran, Iran, 13 Mei 2026.(foto:mb/web)

Istanbul – Beberapa anggota staf Timnas Iran tak mendapat visa untuk masuk ke Amerika Serikat jelang Piala Dunia 2026. Team Melli ngamuk dan mengecamnya.

Pemerintah Amerika Serikat telah mengonfirmasi bahwa seluruh pemain Timnas Iran dan staf pendukung yang dianggap diperlukan telah mendapatkan izin masuk untuk mengikuti Piala Dunia 2026.

Berita Lainnya

Erick Senang Indonesia Sapu Bersih Dua Laga

Erick Senang Indonesia Sapu Bersih Dua Laga

10 Juni 2026
Janice Tjen Terhenti Pada Babak Pertama Libema Open 2026

Janice Tjen Terhenti Pada Babak Pertama Libema Open 2026

10 Juni 2026

Namun, Kedutaan Besar Iran di Turki membantah pernyataan tersebut. Mereka menyebut banyak anggota staf yang memiliki peran krusial justru tidak memperoleh visa.

“Kami mengecam campur tangan politik yang bias dalam olahraga,” demikian pernyataan Kedutaan Besar Iran.

Menurut media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran, setidaknya ada 15 pejabat administrasi Timnas Iran tidak mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat. Mereka termasuk Ketua Federasi Sepak Bola Iran, wakil ketua federasi, hingga direktur media tim.

Pemerintah Iran menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk perlakuan diskriminatif terhadap tim nasional mereka yang akan berlaga di turnamen sepak bola terbesar dunia.

Pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa visa telah diberikan kepada seluruh pemain serta staf yang dianggap diperlukan untuk mendukung partisipasi Iran di Piala Dunia 2026. Dalam pernyataan resminya, otoritas AS juga menyampaikan bahwa mereka tidak akan membiarkan sistem visa dimanfaatkan untuk tujuan lain.

“Iran tidak akan diizinkan menyalahgunakan sistem ini untuk menyelundupkan teroris ke Amerika Serikat dengan dalih yang tidak benar,” demikian pernyataan pejabat AS.

Pernyataan tersebut muncul di tengah ketegangan politik yang masih berlangsung antara kedua negara.

Atas masalah ini, Iran menilai penjelasan dari pemerintah AS hanya upaya untuk menutupi fakta yang sebenarnya terjadi. Mereka juga mendesak FIFA turun tangan menengahi masalah ini.

Dalam pernyataan lanjutan, pihak Iran menyebut langkah Amerika Serikat sebagai bentuk perlakuan diskriminatif yang telah mencapai tingkat paling serius.

“Anda kini telah meningkatkan perlakuan yang disengaja dan diskriminatif terhadap tim nasional Iran ke tingkat tertinggi,” tulis pernyataan resmi Iran.

Pejabat Kedutaan Besar Iran mendesak FIFA untuk segera turun tangan dan memastikan seluruh peserta mendapatkan perlakuan yang setara sesuai prinsip olahraga internasional. dtc

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper