Mata Banua Online
Rabu, Juni 3, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pedagang Warteg Sebut Banyak Pelanggan Kurangi Lauk

by Mata Banua
2 Juni 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
(foto:mb/web)

JAKARTA – Dampak ke­na­ik­an harga bahan makanan serta me­nurunnya daya beli masy­a­ra­kat membuat sejumlah pe­ng­u­saha warteg memiliki siasat pen­ting agar tidak terjadi fe­no­me­na aneh pembeli di warteg mi­lik mereka.

Beberapa pedagang wareg mu­lai mengeluhkan pembeli me­ng­urangi lauk pauk efek harga ba­han makanan makin mahal.

Berita Lainnya

Beras Jadi Pendorong Inflasi Mei

Beras Jadi Pendorong Inflasi Mei

2 Juni 2026
Harga Emas Antam Turun ke Rp2,774 Juta

Harga Emas Antam Turun ke Rp2,774 Juta

2 Juni 2026

Kini makin banyak pe­m­be­linya yang hanya membeli lauk pa­uk di bawah Rp15 ribu hingga Rp20.000, seperti tempe-tahu, te­lur balado, dan aneka go­re­ng­an. Pembeli juga menyiasati l­e­bih banyak menggunakan sayur­an.

Sedangkan lauk seperti ayam goreng, rendag daging sa­pi, semur sapi, cumi-cumi hi­tam, dan udang (goreng dan ba­la­do) pun mulai jarang dibeli.

Bagi pelanggan, warteg dan ru­mah makan sederhana masih men­jadi pilihan utama untuk ber­tahan ditengah tekanan biaya hi­dup. Sobri, seorang pe­ng­e­mu­di ojek online, mengaku lebih se­ring memilih lauk sederhana di­banding menu berbahan da­ging.

“Ya betul, sekarang pembeli su­dah mulai kurangi beli lauk se­perti ayam goreng atau daging sa­pi, mereka belinya telur ba­lado, tempe-tahu, sayuran, dan go­rengan,” kata Amirah, salah satu pedagang warteg.

Pembeli disebut kini hanya mem­beli menu warteg seharga Rp10 ribuan, dan sudah mulai ja­rang ditemui yang membeli le­bih dariRp 20 ribu. Alhasil, kini Ia mulai tidak menjual lauk yang di atas harga Rp20 ribu.

“Sekarang banyak yang beli la­uk agar harga makanannya cu­ma Rp10 ribuan, ya ada sih ya­ng Rp15 ribu, cuma yang di atas Rp20 ribu sudah mulai jarang,” ucap Amirah.

Di tengah harga bahan po­kok yang terus merangkak naik, pa­ra pemilik warung melakukan ber­bagai cara agar pelanggan te­tap datang tanpa harus me­na­ik­kan harga makanan.

Salah satu strategi yang pa­li­ng banyak ditempuh adalah me­ngurangi porsi bahan ba­ku­ ter­tentu dan menekan margin ke­un­tungan. Cara itu dianggap le­bih aman dibanding menaikkan har­ga jual yang berisiko mem­bu­at pelanggan berpaling ke wa­rung lain.

Juminah (48), pemilik War­teg Bahari di Lenteng Agung, me­ngaku sudah lama tidak men­jual menu berbahan daging sapi. Har­ga bahan baku yang mahal mem­buatnya lebih memilih men­ye­diakan menu yang lebih ter­ja­ng­kau seperti telur, kerang, ati am­pela, tahu, tempe, dan ayam.

“Kalau mau daging adanya ayam goreng dan balado, tapi ka­rena harga-harga sekarang ma­hal, kita kurangin porsi, ka­re­na gak mungkin naikin harga, ta­kutnya pelanggan pada kabur, di sini banyak pilihan warung ma­kan soalnya,” ujarnya.

Menurut Juminah, salah sa­tu penyesuaian yang dilakukan ada­lah memperkecil ukuran po­to­ngan ayam. Jika sebelumnya sa­tu ekor ayam dibagi menjadi 10 bagian, kini satu ekor bisa di­potong menjadi 12 bagian.

Meski demikian, harga se­por­si makanan tetap di­per­ta­han­kan di kisaran Rp15 ribu hingga Rp17 ribu dengan satu lauk dan sa­y­uran. Bahkan pelanggan masih mendapat teh tawar hangat gratis. “Permintaan ayam masih banyak soalnya. Menu paling ban­yak laku ya telor sama ke­rang, sama ati ampela. Tahu tem­pe juga,” katanya. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper