
BANJARMASIN-Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Banjarmasin menggelar Diklatcab dan Rakercab masa bakti 2025- 2028.
Dihadiri langsungWakil Walikota Banjarmasin ,Hj Ananda, Ketua Umum BPD HIPNI Provinsi Kalsel,Putra Qomaludin Atta Nuriqli, Ketua Umum BPC HIPMI kota Banjarmasin,Abdul Qadir Jaelani dan seluruh anggota BPC HIMPI Kota Banjarmasin.
Ketua Umum BPC HIPMI kota Banjarmasin,Abdul Qadir Jaelani,mengatakan tujuan kegiatan ini salah satunya adalah memberikan pembekalan kepada anggota, baik berupa materi kebangsaan, materi kewirausahaan, maupun penguatan kemampuan membangun jejaring (networking) agar anggota dapat mengembangkan usahanya dengan lebih baik.
“Target kami mudah-mudahan dapat meningkat menjadi sekitar 200 anggota aktif. Saat ini terdapat sekitar 150 anggota aktif, sementara jumlah alumni mencapai sekitar 500 orang,”ujar Abduk Qadir di Banjarmasin,Rabu (20/5).
Sementara,dengan kondisi yang di hadapi saat ini, terutama terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan biaya operasional yang semakin tinggi, hal tersebut sangat berdampak pada pelaku usaha, khususnya UMKM.
Kenaikan harga BBM sekitar Rp3.200 sebelumnya memberikan efek langsung terhadap meningkatnya biaya produksi dan harga bahan pokok, sehingga banyak pelaku UMKM terpaksa menaikkan harga jual untuk menutupi biaya operasional.
Dampaknya memang belum sepenuhnya dirasakan secara spesifik. Namun, kenaikan harga kebutuhan dan BBM sangat terasa, sehingga para pelaku UMKM harus melakukan penyesuaian harga agar usaha tetap berjalan.
” Kami menyesuaikan dengan program bantuan yang tersedia dari pemerintah,” tambahnya.
Dalam beberapa kasus, bantuan dapat berupa fasilitas kendaraan operasional, dukungan sewa tempat, maupun bentuk bantuan lainnya.
Wakil Walikota Banjarmasin,Hj Ananda jelaskan potensi dan kapasitas pengelolaan daerah di Kota Banjarmasin perlu terus ditingkatkan dan diproyeksikan secara matang.
“Oleh karena itu, kami berharap Pemerintah Kota Banjarmasin dapat menjalankan kolaborasi lintas sektor atau pendekatan helix, yakni sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media,”katanya.
Hal ini penting karena peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan dukungan para pelaku usaha dan seluruh elemen masyarakat.
” Kami sangat berharap pendapatan masyarakat Kota Banjarmasin dapat terus meningkat melalui kontribusi para pengusaha serta berbagai pelaku ekonomi di daerah,”tambahnya.
Melalui kegiatan ini berharap dapat dihasilkan rumusan-rumusan strategis yang mampu membantu Pemerintah Kota Banjarmasin dalam mewujudkan peningkatan pendapatan daerah sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat Kota Banjarmasin.rds

