JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) telah memanggil sejumlah asosiasi peternak ayam di Tanah Air. Forum yang digelar Kementan menyepakati harga ayam Rp 19.500 di tingkat peternak.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan, harga penjualan ayam hidup di tingkat peternak disepakati oleh pelaku usaha perunggasan minimal Rp 19.500 per kg untuk bobot hidup 1,8 kg ke atas. Harga ini merupakan harga psikologis untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak.
“Tadi kembali kami melakukan pertemuan dengan kementerian lembaga terkait dan juga seluruh asosiasi, kemudian perusahaan peternakan ayam broiler juga koperasi untuk bersama-sama mengambil komitmen harga penjualan ayam hidup di tingkat peternak yaitu di angka minimal Rp 19.500 untuk bobot 1,8 kg ke atas,” kata Agung mengutip keterangan resmi.
Penyesuaian harga dilakukan setelah memperhitungkan kenaikan biaya pakan dan aspek terkait lainnya. “Dengan minimal Rp 19.500, ini merupakan harga yang bisa diterima oleh seluruh pelaku dan tentu ini akan menjaga keberlanjutan dari produksi ayam ras kita,” sebutnya.
Dia menuturkan, penyesuaian harga juga menjadi mandat langsung Menteri Pertanian/Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman. Khususnya mengatur stabilisasi harga ayam dan telur di tingkat peternak.
Agung menegaskan, pemerintah akan terus mengawal implementasi kesepakatan tersebut dan mengambil langkah tegas jika ditemukan pelanggaran di lapangan.
“Kalau menemukan para pelaku yang melakukan pelanggaran kami akan tindak sesuai dengan kewenangan yang kami miliki di Kementerian Pertanian karena ini semua tujuannya adalah untuk kepentingan bersama,” tegas Agung.
Ketua IV Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Asrokh Nawawi, menyampaikan penurunan harga yang terjadi belakangan dipicu oleh kepanikan pasar menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN. Kondisinya, peternak cenderung melakukan panen lebih awal secara bersamaan, yang kemudian menekan harga secara signifikan.
“Harga Rp 19.500 adalah angka yang realistis dan secara bertahap akan bergerak naik menuju harga acuan. Ini adalah langkah awal yang perlu kita perjuangkan bersama. Saya yakin kita optimis akan lebih baik dan lebih sejahtera dengan harga hari ini yang sudah lebih baik dari kemarin. Mari kita dukung sehingga sukses bersama,” ujar Asrokh.
Senada, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR), Muhlis Wahyudi, juga memastikan asosiasi siap mengawal implementasi harga kesepahaman tersebut di lapangan. “Kami akan menginstruksikan anggota kami wilayah seluruh Jawa segera untuk mengawal dan mensukseskan. Besok harus jalan di ukuran 1,8 kilogram ke atas,” kata Muhlis.
Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (PERMINDO), Kusnan, menyambut hasil rapat ini sebagai kabar gembira bagi peternak rakyat. Meski harga Rp 19.500 belum mencapai Harga Pokok Produksi peternak rakyat, angka ini lebih baik dari kondisi sebelumnya.
“Ini adalah harga dasar awal. Kemarin harga masih di Rp 18.000, bahkan ada yang di bawah Rp 18.000. Ini adalah kabar baik untuk peternakan rakyat Indonsia,” ucapnya. lp6/mb06

