Mata Banua Online
Rabu, Mei 20, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Harga Ayam Dipeternak Disepakati Rp19.500 per Kg

by Mata Banua
20 Mei 2026
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) te­lah memanggil sejumlah asosiasi peternak ayam di Tanah Air. Forum yang digelar Ke­men­tan menyepakati harga ayam Rp 19.500 di ti­ng­kat peternak.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Ke­men­te­ri­an Pertanian, Agung Suganda, me­ngatakan, harga penjualan ayam hidup di tingkat peternak di­sepakati oleh pelaku usaha pe­ru­nggasan minimal Rp 19.500 per kg untuk bobot hidup 1,8 kg ke atas. Harga ini merupakan har­ga psikologis untuk menjaga ke­berlangsungan usaha peternak.

Berita Lainnya

Siap Impor 100 Ribu Tabung CNG China, Gantikan LPG 3 Kg

Siap Impor 100 Ribu Tabung CNG China, Gantikan LPG 3 Kg

20 Mei 2026
Jelang Idul Adha, Cabai hingga Migor Mahal

Jelang Idul Adha, Cabai hingga Migor Mahal

19 Mei 2026

“Tadi kembali kami me­la­ku­kan pertemuan dengan ke­me­n­te­ri­an lembaga terkait dan juga se­lu­ruh asosiasi, kemudian pe­ru­sa­haan peternakan ayam broiler ju­ga koperasi untuk bersama-sa­ma mengambil komitmen harga pen­jualan ayam hidup di tingkat peternak yaitu di angka minimal Rp 19.500 untuk bobot 1,8 kg ke atas,” kata Agung mengutip ke­terangan resmi.

Penyesuaian harga dilakukan se­telah memperhitungkan ken­a­ik­an biaya pakan dan aspek ter­kait lainnya. “Dengan minimal Rp 19.500, ini merupakan harga ya­ng bisa diterima oleh seluruh pe­laku dan tentu ini akan menjaga ke­berlanjutan dari produksi ayam ras kita,” sebutnya.

Dia menuturkan, pen­ye­su­ai­an harga juga menjadi mandat la­ng­sung Menteri Pertanian/Kepala Ba­panas, Andi Amran Sulaiman. Khu­susnya mengatur stabilisasi har­ga ayam dan telur di tingkat pe­ternak.

Agung menegaskan, pe­me­rin­tah akan terus mengawal im­ple­mentasi kesepakatan tersebut dan mengambil langkah tegas jika di­temukan pelanggaran di la­pa­ngan.

“Kalau menemukan para pe­la­ku yang melakukan pe­la­ng­gar­an kami akan tindak sesuai de­ng­an kewenangan yang kami mi­liki di Kementerian Pertanian ka­re­na ini semua tujuannya adalah un­tuk kepentingan bersama,” te­gas Agung.

Ketua IV Gabungan Pe­ru­sa­ha­an Pembibitan Unggas (GPPU), Asrokh Nawawi, men­yampaikan penurunan harga ya­ng terjadi belakangan dipicu oleh kepanikan pasar menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN. Kondisinya, peternak cen­derung melakukan panen le­bih awal secara bersamaan, yang ke­mudian menekan harga secara sig­nifikan.

“Harga Rp 19.500 adalah ang­ka yang realistis dan secara ber­tahap akan bergerak naik me­nu­ju harga acuan. Ini adalah la­ng­kah awal yang perlu kita per­ju­angkan bersama. Saya yakin ki­ta optimis akan lebih baik dan l­ebih sejahtera dengan harga hari ini yang sudah lebih baik dari ke­marin. Mari kita dukung se­hi­ngga sukses bersama,” ujar Asrokh.

Senada, Sekretaris Jenderal (Sek­jen) Dewan Pengurus Pusat Per­himpunan Insan Perunggasan Rak­yat Indonesia (PINSAR), Muhlis Wahyudi, juga me­ma­s­ti­kan asosiasi siap mengawal im­ple­mentasi harga kesepahaman ter­se­but di lapangan. “Kami akan me­nginstruksikan anggota kami wi­la­yah seluruh Jawa segera un­tuk mengawal dan me­n­suk­ses­kan. Besok harus jalan di ukuran 1,8 kilogram ke atas,” kata Muhlis.

Sementara itu, Ketua Umum Per­­himpunan Peternak Rakyat Man­diri Indonesia (PERMINDO), Kusnan, men­yam­­but hasil rapat ini sebagai ka­bar gembira bagi peternak rakyat. Mes­ki harga Rp 19.500 belum men­­capai Harga Pokok Produksi pe­­ternak rakyat, angka ini lebih ba­ik dari kondisi sebelumnya.

“Ini adalah harga dasar awal. Ke­marin harga masih di Rp 18.000, bahkan ada yang di ba­wah Rp 18.000. Ini adalah kabar ba­ik untuk peternakan rakyat In­do­nsia,” ucapnya. lp6/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper