
TANJUNG- Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKPPP) menggelar sosialisasi Food Loss and Waste atau Gerakan Stop Boros Pangan, bertempat di Hotel Aston Tanjung City, Senin (11/5).
Kegiatan ini diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri dari perwakilan SKPD, Unsur Organisasi Profesi/Kemasyarakatan, Tokoh Masyarakat, dan Akademisi.
Sekretaris DKPPP Suaidi menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak negatif boros pangan.
“Kemudian mengedukasi teknik pengelolaan pangan rumah tangga yang efektif untuk mengurangi sisa makanan, dan mengajak masyarakat menerapkan perilaku stop boros pangan di kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Sementara, Sekretaris Daerah Tabalong Hj Hamida Munawarah menambahkan, makanan yang terbuang bukan hanya sekadar sampah.
“Tetapi juga terbuangnya hasil kerja petani, penggunaan air, energi, waktu, dan biaya yang telah dikeluarkan dalam proses produksi pangan,” ujarnya.
Oleh karena itu, kegiatan ini menurutnya memiliki tujuan yang sangat baik dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang cara serta dampak dari stop boros pangan.
“Edukasi seperti ini sangat penting agar masyarakat semakin sadar setiap makanan yang kita terbuang memiliki dampak besar bagi lingkungan dan kehidupan sosial,” pungkasnya.
Ia pun berharap kegiatan ini mampu mendorong terwujudnya aksi zero waste di lingkungan desa, sekolah, maupun perangkat daerah.
Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Badan Pangan Nasional dan Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan.yan/rds

