
Jakarta – Paris Saint-Germain (PSG) memastikan tiket ke final Liga Champions untuk dua musim beruntun setelah menyingkirkan Bayern Muenchen di babak semifinal dengan agregat 6-5.
Mereka melaju usai bermain imbang 1-1 pada leg kedua di Allianz Arena pada Rabu waktu setempat atau Kamis dini hari WIB.
Ousmane Dembele menjadi penentu lewat gol cepatnya di babak pertama sebelum Harry Kane menyamakan kedudukan untuk tuan rumah jelang akhir pertandingan.
Di partai puncak nanti, PSG akan menghadapi Arsenal yang sebelumnya menyingkirkan Atletico Madrid dengan agregat 2-1, demikian yang dilansir laman resmi UEFA.
PSG tampil agresif sejak awal pertandingan meski bermain di kandang lawan. Hasilnya langsung terlihat ketika Dembele membuka keunggulan pada menit ke-3.
Gol berawal dari pergerakan Khvicha Kvaratskhelia di sisi kiri yang mengirim umpan tarik akurat ke kotak penalti. Dembele kemudian menyambar bola dengan tembakan keras yang gagal dihentikan Manuel Neuer.
Gol cepat tersebut membuat Bayern semakin tertekan karena harus mengejar defisit dua gol. Tuan rumah mencoba merespons melalui kombinasi Luis Diaz dan Harry Kane, tetapi peluang mereka masih mampu digagalkan kiper PSG, Matvey Safonov.
Bayern juga sempat memperoleh beberapa peluang melalui Michael Olise, yang masih bisa digagalkan lini belakang PSG. Ketegangan sempat muncul setelah Bayern meminta penalti akibat dugaan handball oleh Nuno Mendes dan Joao Neves, tetapi wasit memutuskan permainan tetap dilanjutkan.
Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung semakin terbuka. Kvaratskhelia nyaris menambah keunggulan PSG lewat tembakan keras ke sudut gawang. Namun, penyelamatan gemilang Neuer membuat gawang tak kebobolan.
Sementara itu, Safonov juga tampil impresif dengan menggagalkan peluang beruntun dari Luis Diaz dan Olise.
Bayern akhirnya mampu menyamakan kedudukan pada masa injury time, tepatnya menit ke-90+4. Kane mencetak gol setelah menerima umpan dari Alphonso Davies di depan kotak penalti. Namun, gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan Bayern dari kekalahan agregat.
Bayern Munich protes ketika bola kena tangan gelandang Paris Saint-Germain Joao Neves, tapi wasit tak memberikan penalti. Begini penjelasan laws of the game.
Bayern Munich dalam posisi tertinggal 0-1 dari PSG, dalam partai leg kedua semifinal Liga Champions di Allianz Arena, Kamis (7/5/2026) dini hari WIB. Gol cepat Ousmane Dembele pada menit ketiga menjadikan mereka ketinggalan 4-6 secara agregat.
Butuh gol dan dalam posisi terdesak, Bayern malah menyaksikan satu momen kontroversial saat laga berjalan setengah jam. Vitinha berusaha membuang bola di pertahanan PSG dan mengenai tangan Joao Neves.
Wasit Joao Pedro Silva Pinheiro bergeming, meski para pemain Bayern memprotesnya. Video Assistant Referee (VAR) juga tak melakukan intervensi. Kok bisa?
Nah, laws of the game alias aturan olahraga yang dikeluarkan oleh Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB) punya penjelasannya. Handball semacam ini tak dihukum karena bolanya lebih dulu dimainkan rekan setim.
Aturannya berbunyi ‘Pelanggaran handball tidak terjadi ketika seorang pemain kena tangan atau lengannya oleh bola yang dimainkan rekan setim (kecuali bolanya masuk langsung ke gawang lawan atau pemain mencetak gol langsung setelahnya, yang dalam hal ini tendangan bebas akan diberikan ke tim lain.’
Maka ketika Vitinha menyepak bola kuat-kuat dan mengenai tangan Neves, aturan itu berlaku. Bahkan meski tangan gelandang asal Portugal itu terbuka atau jauh dari badan.
Memang bisa ada konteks berbeda ketika pemain sengaja menyentuh bola dengan tangan. Namun dalam situasi Vitinha-Neves, unsur kesengajaan itu dianggap tidak ada karena Neves tak akan pernah berpikir bola bakal meluncur ke arahnya.
Bayern pada prosesnya sempat menyamakan skor lewat Harry Kane pada masa injury time. Tapi momentum itu datang terlalu terlambat buat Die Roten, yang mesti rela tersingkir dengan agregat 5-6. ant/dtc

