
BANJARMASIN – Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi Kalimantan Selatan meningkatkan nilai tambah sektor perikanan serta memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM) melalui pelatihan diversifikasi produk olahan hasil sumber daya perikanan.
Kepala Dinas Perindustrian Kalsel Miftahul Chair, mengatakan, tantangan utama yang dihadapi adalah masih tingginya ketergantungan pada penjualan bahan mentah serta belum optimalnya pemanfaatan hasil samping produksi.
“Selama ini kita masih terlalu bergantung pada penjualan ikan dalam bentuk segar. Padahal, tanpa diversifikasi, nilai ekonomi produk perikanan akan tetap rendah, mudah rusak, dan belum memberikan keuntungan maksimal bagi pelaku usaha,” ujarnya di Banjarmasin, Senin.
Dikatakan, para pelaku IKM dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah hasil perikanan menjadi berbagai produk bernilai tambah tinggi, sekaligus memanfaatkan teknologi pengolahan yang tepat guna.
Pelatihan ini, kata dia, merupakan langkah strategis untuk mendorong transformasi sektor perikanan dari hulu ke hilir agar lebih inovatif dan berdaya saing.
“Kita ingin memastikan bahwa potensi ikan yang melimpah tidak hanya dijual segar, tetapi bisa diolah menjadi produk-produk inovatif yang diminati pasar modern. Inilah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha,” tegasnya.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan inovasi produk berbasis kearifan lokal Kalimantan Selatan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas dalam membangun ekosistem industri pengolahan perikanan yang berkelanjutan.
“Sinergi sangat penting. Kita tidak hanya bicara soal banyaknya hasil tangkapan, tetapi bagaimana kreativitas dalam hilirisasi mampu meningkatkan daya saing produk kita di tingkat nasional,” tambahnya.
Dinas Perindustrian Kalsel juga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi IKM, khususnya dalam peningkatan kapasitas produksi, standarisasi mutu, hingga pemanfaatan teknologi pengolahan.
“Kami akan terus hadir mendampingi IKM agar semakin adaptif, inovatif, dan mampu mengubah tantangan menjadi peluang ekonomi baru,” ujar Miftahul Chair.
Melalui pelatihan ini, diharapkan sektor perikanan di Kalimantan tidak hanya kuat dari sisi produksi, tetapi juga unggul dalam pengolahan, sehingga mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
Sementara itu, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh besarnya potensi hasil perikanan di Kalimantan Selatan yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat.
Dengan kekayaan sumber daya perairan sungai dan laut serta kualitas hasil tangkapan yang unggul, sektor perikanan dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih jauh melalui inovasi produk olahan. ant

