
BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin mendampingi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa memancang tiang pertama pembangunan Markas Komando Daerah Militer (Makodam) X Lambung Mangkurat di Kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru, Rabu (6/5).
Prosesi groundbreaking ditandai penekanan tombol sirene oleh Wakasad Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa bersama Gubernur Kalsel H Muhidin, Pangdam XXII Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dan Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, Sekda Kalsel M Syarifuddin, serta jajaran Forkopimda.
Wakasad Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalsel dan seluruh pemangku kepentingan atas kolaborasi dan semangat gotong royong dalam merealisasikan pembangunan Kodam tersebut.
Saleh Mustafa menegaskan, pembangunan Kodam bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem pertahanan wilayah, khususnya di Kalimantan Selatan.
“Kehadiran Kodam ini akan memperpendek rentang kendali, meningkatkan efektivitas koordinasi serta mempercepat respons terhadap berbagai situasi di daerah,” ujarnya.
Menurutnya, kekuatan pertahanan Indonesia tidak hanya bertumpu pada alutsista, tetapi juga pada kekuatan rakyat. Semangat juang masyarakat, termasuk di Kalimantan Selatan, menjadi faktor penting yang membuat Indonesia disegani.
“Kami (TNI-Polri, red) hanya melanjutkan semangat perjuangan rakyat yang telah diwariskan oleh para pendahulu. Dengan hadirnya Kodam ini, diharapkan sinergi dengan pemerintah daerah semakin kuat dalam mendukung pembangunan,” tambahnya.
Sementara, Gubernur Kalsel H Muhidin menyebut momen ini sebagai tonggak sejarah baru bagi daerah dan pembangunan Kodam X Lambung Mangkurat dinilai menjadi simbol penguatan kehadiran negara sekaligus peningkatan sistem pertahanan di daerah.
“Selama ini, Kalimantan Selatan masih berada dalam kendali wilayah militer yang terpusat di luar provinsi. Dengan hadirnya Kodam, efektivitas kendali teritorial dan koordinasi lintas sektor akan semakin meningkat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Pemprov Kalsel memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan tersebut, baik dari sisi kebijakan, fasilitas, maupun sinergi lintas sektor.
Pembangunan Kodam ini juga diyakini memberikan dampak luas, tidak hanya bagi pertahanan, tetapi juga bagi aspek sosial dan ekonomi masyarakat.
Pangdam XXII Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin menambahkan pembangunan Kodam di Kalsel dari aspek pertahanan sangat urgen, karena memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah dan perlu dijaga.
“Kita perlu menjaga keberadaan dan keberlangsungan sumber daya alam tersebut,” katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel, M Yasin Toyib menjelaskan bahwa pembangunan Kodam X Lambung Mangkurat membutuhkan anggaran sekitar Rp280 miliar.
Pendanaan sebesar Rp280 miliar tersebut dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan pemerintah daerah terdiri dari pemerintah provinsi (Pemprov) dan pemerintah kabupaten/kota.
“Dari total anggaran pembangunan tersebut, sekitar Rp140 miliar berasal dari Kemenhan, sementara sisanya merupakan kontribusi bersama dari Pemprov dan kabupaten/kota se-Kalsel,” jelasnya.
Yasin menambahkan, kompleks Kodam akan dibangun di atas lahan seluas 10 hektare dengan gedung utama setinggi lima lantai yang dilengkapi fasilitas sesuai master plan.
Pembangunan ditargetkan rampung pada 2027, dengan rencana peresmian operasional Kodam pada 2027-2028.
Dengan dimulainya pembangunan ini, diharapkan Kodam X Lambung Mangkurat dapat segera beroperasi dan menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligis mendukung percepatan pembangunan di Kalimantan Selatan. mc kalsel/ani

