Mata Banua Online
Rabu, April 29, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Jembatan CUSA Direview Ulang Desain

Penyelesaiannya Butuh Anggaran Sekitar Rp6,5 Miliar

by Mata Banua
28 April 2026
in Banjarmasin
0
JEMBATAN penghubung Cemara Ujung- Sungai Andai (CUSA) belum bisa dimanfaatkan masyarakat karena terjadi penurunan pada struktur jembatan.(foto:mb/ist)

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin berkomitmen untuk melanjutkan dan menyelesaikan pembangunan jembatan Cemara Ujung-Sungai Andai (CUSA) yang hingga saat ini masih belum rampung. Untuk penyelesaiannya, pemko terpaksa mereview ulang desain jembatan.

Berdasarkan hasil review desain oleh konsultan perencana, kebutuhan anggaran untuk penyelesaian proyek tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp6,5 miliar.

Berita Lainnya

Baznas Hadirkan Z Corner, Dorong Penguatan UMKM di Banjarmasin

Baznas Hadirkan Z Corner, Dorong Penguatan UMKM di Banjarmasin

28 April 2026
Firman Yusi Ajak Perusahaan Berkolaborasi Bangun Banua Lewat CSR+

Firman Yusi Ajak Perusahaan Berkolaborasi Bangun Banua Lewat CSR+

28 April 2026

Review desain ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari hasil audit sebelumnya, yang merekomendasikan adanya penyesuaian teknis. Konsultan perencana telah menyelesaikan kajian ulang tersebut sebagai bentuk tanggung jawab profesional.

Dalam hal ini, pemko berharap pembangunan jembatan dapat segera dilaksanakan tahun 2026-2027 yang pastinya melalui mekanisme pembahasan bersama DPRD.

Menurut Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Kartika Estaurina, penyelesaian jembatan CUSA dinilai sangat penting karena manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya warga di Sungai Andai, Cemara Ujung dan sekitarnya. Terlebih jika mengingat anggaran yang telah dikeluarkan cukup besar sehingga pihaknya memastikan proyek ini dapat segera dimanfaatkan masyarakat.

Tika menjelaskan, berdasarkan hasil kajian tim ahli, ditemukan adanya masalah teknis pada lokasi pembangunan, seperti gerusan tanah akibat arus sungai, yang menyebabkan penurunan struktur. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi geografis, termasuk posisi jembatan yang berada di tikungan sungai dengan arus cukup kuat.

“Karena itu, metode konstruksi yang sebelumnya menggunakan timbunan tidak lagi dianggap aman. Solusi yang direkomendasikan adalah menggunakan metode pondasi tiang pancang (piles) untuk meningkatkan kekuatan dan stabilitas struktur jembatan,” jelasnya.

Namun, lanjutnya, perbaikan struktur jembatan akan dilakukan dengan metode baru, yang tentunya membutuhkan waktu yang tidak singkat, terutama karena penggunaan metode tiang pancang yang memerlukan proses fabrikasi dan pemasangan khusus di lapangan.

“Jika pekerjaan dimulai pada perubahan anggaran sekitar bulan September, maka waktu efektif pelaksanaan hanya sekitar tiga bulan, bisa jadi juga proyek dilanjutkan hingga tahun 2027,” tutupnya. via

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper