Mata Banua Online
Jumat, April 24, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Harga MinyaKita Mahal, Dampak Serapan Bansos Pangan

by Mata Banua
23 April 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
(foto;mb/detik)

JAKARTA – Menteri Ko­or­di­na­tor Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkap penyebab ke­na­ikan harga MinyaKita di pa­saran. Ia meyebut lonjakan har­ga dipicu tersedotnya pasokan ke program bantuan pangan da­lam dua bulan terakhir.

Menko Pangan menyebut Min­yaKita sejak awal dirancang se­bagai pengganti minyak go­re­ng curah di pasar tradisional agar lebih higienis. Dalam per­kem­bangannya, produk ini di­kon­sumsi luas hingga ritel mo­dern sehingga menekan ke­ter­se­di­aan di pasar rakyat.

Berita Lainnya

Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026
Stok Beras Bulog 5 Juta Ton, Rekor Tertinggi

Stok Beras Bulog 5 Juta Ton, Rekor Tertinggi

23 April 2026

“Sudah ketemu sebabnya ke­na­pa naik. Karena ada bantuan pa­ngan 33 juta penerima, dua bulan, masing-masing dua liter. Itu jumlahnya sangat besar,” kata dia.

Ia menjelaskan, program ban­tuan pangan menjangkau se­ki­tar 33 juta penerima dengan alo­kasi dua liter per buln selama dua bulan. Volume tersebut men­yerap pasokan yang se­be­lum­nya beredar di pasar trad­i­si­o­nal sehingga ketersediaan ber­ku­rang dan harga terdorong naik.

Pemerintah kemudian me­mu­tuskan menambah suplai se­ka­ligus mengubah skema pen­ya­luran bantuan pangn. Bantuan ti­dak lagi bergantung pada Min­yaKita, melainkan dapat me­ng­gu­nakan berbagai merek dengan har­ga yang disepakati bersama pro­dusen.

“Ke depan bantuan pangan akan menggunakan merek apa sa­ja dengan harga yang sama. Pro­dusen akan kita minta me­n­du­kung sehingga MinyaKita ti­dak tergang­gu di pasar,” ujar Zulhas.

Ia menyampaikan MinyaKita akan dikembaikan ke fungsi awal se­bagai minyak goreng un­tuk pa­s­­ar tradisional. Perum Bu­log di­perkuat untuk men­ya­lur­kan pro­duk tersebut ke sekitar 500 ka­bupaten/kota agar di­s­tri­bu­si le­bih terarah.

Pada kesempatan yang sa­ma, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan pe­me­rin­tah membuka kemungkinan eva­luasi harga eceran tertinggi (HET) MinyaKita yang saat ini Rp 15.700 per liter. “Sudah ber­jalan lebih dari tiga tahun, tentu per­lu kita lihat dan sesuikan,” ujar Budi.

Ia menambahkan, ke­pu­tusan terkait HET masih dalam pem­bahasan lintas kementerian. Pe­m­erintah juga mengevaluasi dis­tribusi domestik minyak go­reng, termasuk porsi penyaluran ke dalam negeri oleh produsen.

Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menegaskan ke­na­ik­an harga tidak dapat dijelaskan da­ri sisi pasokan. Ketersediaan ba­han baku crude palm oil (CPO) domestik tercatat men­ca­pai 5,7 juta ton. “Produksi cu­kup, bahan baku aman. Jadi ka­lau harga nik, itu bukan soal pa­sok­an, melainkan distribusi ya­ng tidak terkendali,” ujar Edhy.

Badan Pangan Nasional (Ba­­panas) menyoroti anomali har­­ga MinyaKita yang me­nem­bus Rp 20 ribu hingga Rp 22 ri­bu per liter di sejumlah wilayah mes­­ki disribusi dinilai lancar. di DKI Jakarta pedagang menyebut har­­ga MinyaKita kini Rp 24.000 un­tuk kemasan 1 liter.

Sementara itu, Menteri Per­dagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan pemerintah akan mengkaji ulang harga ecer­an tertinggi (HET) minyak go­reng rakyat MinyaKita yang saat ini sebesar Rp 15.700 per liter. rep/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper