Mata Banua Online
Rabu, April 22, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pemkab Tapin percepat normalisasi sungai usai banjir lumpur

by Mata Banua
21 April 2026
in Tapin
0

 

Personel gabungan lintas sektor membersihkan aliran sungai di Kelurahan Tambarangan di Rantau, Kabupaten Tapin. (foto:mb/ant)

RANTAU-Pemerintah Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, mempercepat penanganan banjir bercampur lumpur di Kecamatan Tapin Selatan dengan fokus pada normalisasi sungai sebagai langkah jangka menengah.

Berita Lainnya

Wabup Buka Kegiatan Tahapan dan Praktik Baik

Wabup Buka Kegiatan Tahapan dan Praktik Baik

21 April 2026
Bupati Tapin Serahkan Bantuan Kegiatan Keagamaan Di Tapin

Bupati Tapin Serahkan Bantuan Kegiatan Keagamaan Di Tapin

20 April 2026

Bupati Tapin H. Yamani mengatakan, pemerintah daerah telah mengerahkan ratusan personel gabungan untuk membersihkan aliran sungai di Kelurahan Tambarangan, menyusul banjir yang tidak hanya membawa air tetapi juga lumpur pekat hingga Desa Sawang.

Menurut Yamani, langkah pembersihan aliran sungai Tambarangan merupakan respons cepat untuk memulihkan fungsi sungai sekaligus mengurangi dampak lanjutan bagi warga terdampak.

“Pemerintah daerah tidak tinggal diam dan terus melakukan langkah cepat, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya di Rantau, Kabupaten Tapin, Senin.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Tapin Mulkan menyebutkan, panjang aliran sungai dari hulu hingga wilayah terdampak mencapai sekitar 8 kilometer.

Ia mengatakan, program normalisasi sungai telah masuk dalam perencanaan tahun ini, dengan target realisasi pada tahun depan guna mengembalikan kapasitas aliran air.

“Kami bekerja sesuai instruksi. Jika diminta normalisasi, akan kami laksanakan,” katanya.

Namun, kata Mulkan, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kerusakan daerah aliran sungai, termasuk dugaan keterkaitan dengan aktivitas pertambangan.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin masih menelusuri penyebab kerusakan daerah aliran sungai yang diduga berkontribusi terhadap banjir berlumpur tersebut.

“Dlh masih melakukan pengamatan untuk memastikan faktor penyebab banjir bercampur lumpur, termasuk dugaan keterkaitan dengan aktivitas pertambangan,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tapin Nordin.{[an/mb03]}

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper