
BANJARMASIN – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Kalsel bersama Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) setempat, menyelanggarakan Seminar Nasional “Sinergi BPK dan Pemangku Kepentingan untuk Membangun Banua”, di Banjarmasin, Senin (20/4) malam (20/4).
Seminar yang dibuka Wagub Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, turut dihadiri Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Fathan Subchi merangkap Ketum PB IKA PMII dan sejumlah kepala daerah dari kabupaten/kota se Kalsel.
Wagub Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman mengharapkan seminar nasional ini melahirkan bahan gasan dan masukan bagi pihaknya dan pemangku kepentingan dalam menjalani tugas masing-masing.
“Saya bersama Gubernur Kalsel H Muhidin dan jajaran di Pemprov Kalsel siap membuka pintu seluas-luasnya, menerima masukan dan bersinergi dengan semua pihak, termasuk BPK-RI dan BPKP Kalsel serta IKA PMII,” kata Wagub.
Wagub juga berharap, para para alumni PMII Kalsel bisa menjadi bagian dan berkontribusi untuk kemajuan pembangunan di provinsi dengan 13 kabupaten kota ini.
Tak lupa, Wagub Hasnuryadi meminta peserta menyimak dialog dalam kegiatan dan aktif dalam berdiskusi sehingga melahirkan dasar-dasar rekomendasi bagi kebijakan dan langkah yang perlu dilakukan.
Sementara itu, Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Kalsel, Andriyanto menyebut, seminar diikuti unsur kepala daerah, pimpinan DPRD dan pimpinan instansi vertikal, unsur akademisi dan pimpinan perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, IKA PMII serta unsur internal BPK RI Kalsel.
Pelaksanaan seminar nasional bertujuan menjadikan forum dialog atau tukar gagasan antara BPK RI dan para pemangku kepentingan, khususnya di Kalsel.
Dikatakan Adriyanto, dalam aturan keuangan negara bahwa BPK dalam melakukan perencanaan pemeriksaan, mempertimbangkan masukan dari dewan dan masyarakat sehingga naskah itu juga diharapkan tepat sasaran dan dapat meningkatkan kinerja dalam tata kelola pemerintahan daerah.
Tujuan kedua, lanjutnya, meningkatkan pemahaman bersama mengenai perang fungsi dan kedudukan BPK dalam sistem pemerintahan dan tata kelola keuangan negara.
Adriyanto mendorong terjadinya sinergi lebih kuat dalam mewujudkan pengelolaan keuangan negara dan daerah yang lebih transparan dan akuntabel.
Seminar yang dipandu Dekan FEB ULM, DR Ahmad Yunani ini diisi tiga narasumber yakni Fathan Subchi (anggota VI BPK RI merangkap Ketum PB IKA PMII), KH Prof Hafizh Ansyari (Wakil Ketua MUI Kalsel) dan Direktur Utama Bank Kalsel Fahruddin.
Diawal dialog, Fathan Subchi menyambut positif kegiatan seminar nasional yang membahas soal sinergi BPK dan pemangku kepentingan untuk membangun Banua di Kalsel.
Prof A Hafiz Ansyari menyoroti kondisi literasi keuangan masyarakat di daerah masih dianggap rendah, apalagi literasi keuangan syariah.
Kemudian, soal praktek politik uang yang masih merebak di masyarakat dan pentingnya diperhatikan dampak positif tata kelola keuangan bagi masyarakat. sal/adpim/ani

