Mata Banua Online
Selasa, April 21, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Empat desa Raih apresiasi Desa Peduli Stunting dari DP2KBP3A

by Mata Banua
20 April 2026
in Lintas
0

 

STUNTING-Empat desa di Kabupaten Batola menerima apresiasi sebagai Desa Peduli Stunting dari DP2KBP3A, di Balai Desa Panca Karya Kecamatan Alalak. (foto:mb/ant)

MARABAHAN-Empat desa di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, meraih apresiasi Desa Peduli Stunting dari Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Batola, Kamis.

Berita Lainnya

Kelumpang Selatan Bahas Percepatan Perbaikan Jalan Penghubung Desa

Kelumpang Selatan Bahas Percepatan Perbaikan Jalan Penghubung Desa

19 April 2026
HST Kalsel Kembali “Baah”

HST Kalsel Kembali “Baah”

16 April 2026

“Kami laporkan kepada bapak Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Batola, pada hari ini kita melaksanakan kegiatan apresiasi Desa Peduli Stunting kepada empat desa di Batola,” ujar Kepala DP2KBP3A Batola dr Hj Azizah Sri Widari, pada acara Pemberian Apresiasi Desa Peduli Stunting Tingkat Kabupaten Batola, di Balai Desa Panca Karya, Kecamatan Alalak.

Ia mengungkapkan, pihaknya merasa bangga dengan keberhasilan keempat desa meraih predikat sebagai Desa Peduli Stunting di Kabupaten Batola.

“Keempat desa itu adalah, Desa Panca Karya, Kecamatan Alalak, Desa Karang Buah, Kecamatan Belawang, Desa Karang Dukuh, Kecamatan Belawang, dan Desa Bandar Karya, Kecamatan Tabukan,” ucapnya.

Berdasarkan kenyataan, jelas dia, keempat desa tersebut mampu menghasilkan nol stunting selama tiga bulan berturut-turut di tahun 2025, pada bulan Oktober, November dan Desember.

Dia menjelaskan, standar tiga bulan ditetapkan untuk memastikan penurunan stunting bukan sekadar kebetulan. “Kalau tiga bulan, itu artinya memang ada komitmen untuk menurunkan stunting. Nah istimewanya Desa Panca Karya khususnya, di sini sudah lebih setahun nol stuntingnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengemukakan, upaya dari kades, tim desa serta masyarakat yang kooperatif sangat luar biasa karena stunting bisa nol.

Sementara, Wakil Bupati Barito Kuala (Batola) Herman Susilo menekankan, penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama untuk masa depan negara, khususnya di Kabupaten Batola.{[an/mb03]}

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper