
BANDUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut (Tala) terus memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah melalui High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (16/4) di Soreang Kabupaten Bandung.
Wakil Bupati (Wabub) Tanah Laut (Tala) HM Zazuli dalam tanggapannya menyampaikan apresiasi atas paparan komprehensif dari Bank Indonesia serta masukan dari para peserta.
“Paparan yang disampaikan sudah sangat lengkap, dari berbagai level permasalahan yang memang kita alami bersama. Namun yang paling penting adalah rekomendasi yang dihasilkan, karena itu yang menjadi arah kebijakan ke depan,” ujarnya.
Berdasarkan paparan dari Ekonom Ahli Bank Indonesia, Erwin Syafii, pada Maret 2026 inflasi Provinsi Kalsel tercatat sebesar 0,50 persen (month to month), lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 0,86 persen. Secara tahunan, inflasi Kalsel berada di angka 4,83 persen (year on year).
Sementara itu, Kabupaten Tala mencatat inflasi bulanan sebesar 1,15 persen (mtm) atau menjadi yang tertinggi di Kalsel dengan inflasi tahunan sebesar 4,30 persen (yoy).
Tekanan inflasi masih didominasi oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau, terutama komoditas pangan seperti beras, cabai rawit, ikan nila dan telur ayam ras. ris/ani

