
PALANGKA RAYA – Dalam rangk memperkuat sinergitas, Pangdam XXII Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin bersama Gubernur Kalsel, H Muhidin dan Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran, melakukan penanaman pohon hingga lomba menembak di Markas Kodam XXII/TB Palangka Raya, Kamis (16/4).
Pada prosesi penanamn pohon penghijauan itu, Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin melakukan penanaman pohon Matoa (Pometia Pinnata).
Kegiatan dalam ragka peningkatan sinergi itu juga diikuti Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran, Wakil Gubernur Kalteng, H Edy Patowo dan Sekdaprov Kalteng, Linae Victoria Aden beserta Forkopimda Kalteng.
Begitu juga dari Forkopimda Provinsi Kalsel nampak mengikuti prosesi penanaman pohon Matoa, Kapolda Kalsel, Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan, Danrem 101 Antasai, Brigjen TNI Ilham Yunus, Kabinda, Brigjen Pol Sentot Adi Dharmawan, Kepala Bank Indonesia Kalsel, Fadjar Majardi dan lainnya.
Pohon Matoa yang merupakan tanaman khas Papua itu ditanam di area Kodam XXII/TB. Matoa dikenal dengan berbagi nama yaitu kasai (Kalimantan Utara, Malaysia, Indonesia), malugai (Filipina), dan Taun (Papua Nugini). Sementar di Sumatera buah ini dikenal dengan nama kongkir, kungkil, ganggo, lauteneng, pakam, dan langsek anggang (Minangkabau).
Usai penanaman pohon, Pangdam XXII TB, Mayjen TNI Zainul Arifin, Gubernur Kalsel, H Muhidin dan Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran beserta forkopimda masing-masing, mengikuti lomba menembak pistol ekslusif 20 meter di lapangan tembak Kodam XXII/TB.
Pada kesempatan itu, Pangdam Mayjen TNI Zainul Arfin menyampaikan, sebagai Kodam yang membawahi dua provinsi sekaligus, kolaborasi sangat diperlukan, terutama dalam mendorong pembangunan daerah dan pengembangan ekonomi di wilayah perbatasan.
“Kegiatan seperti ini harus kita jalankan terus dan sinergi kebersamaan untuk membangun daerah bersama-sama sangat dibutuhkan, termasuk pengembangan ekonomi di perbatasan yang menjadi poin penting,” ujarnya.
Selain aspek pembangunan daerah, Pangdam juga memaparkan rencana strategis pengembangan organisasi Kodam XXII/TB. Sesuai dengan arahan pemerintah pusat, TNI AD menargetkan penguatan pertahanan hingga ke tingkat daerah.
Pangdam Zainul Arifin juga mengungkapkan bahwa pihaknya terus berkomunikasi intensif dengan Gubernur Kalteng dan Gubernur Kalsel untuk merealisasikan target pengadaan satuan tempur di setiap wilayah.
“Diharapkan pada tahun 2027 atau 2029, semua sudah settle. Target kita adalah setiap kabupaten memiliki satu Batalyon Teriorial Pembangunan (TP), untuk mewujudkan ini, kami tentu membutuhkan dukungan dan kerja sama dari pemerintah daerah,” pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Kalsel, H Muhidin menyambut baik kegiatan yang bertujuan mempererat sinergitas Provinsi Kalsel-Kalteng ini.
Letak provinsi yang berdekatan, ujar Gubernur H Muhidin, menjadi keharusan untuk saling bekerjasama dan sinergi dalam berbagi hal, demi menunjang pembangunan di daerah masing-masing.
Ungkapan serupa diutarakan Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran dalam membangun itu perlu sinergi, perlu kolaborasi. Oleh karena itu, segala bentuk kegiatan yang bertujuan mempererat kebersamaa, menjadi hal sangat penting di era sekarang yang mulai terkikis. sal/adpim/ani

