
PELAIHARI – Rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Politeknik Nasional 2026 di Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) berakhir, Selasa (14/4) sore.
Penutupan kegiatan keagamaan itu menandai berakhirnya dua hari penuh kegiatan yang memadukan kompetisi religius, seni Islami, hingga geliat ekonomi masyarakat.
Direktur Politala, Dr Ir Meldayanoor SHut MS menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia menyebut peserta MTQ sebagai generasi terbaik yang telah menunjukkan kemampuan dalam membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-ur’an.
Menurutnya, pelaksanaan MTQ yang mengombinasikan seleksi online dan final offline menjadi bukti bahwa generasi muda mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai keagamaan.
Selain MTQ, Festival Habsyi dan Expo Politala juga menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan. Lantunan syair religi dinilai memperkuat kecintaan terhadap Rasulullah, sementara expo menjadi wadah kolaborasi antara mahasiswa, UMKM dan berbagai pihak.
“Melalui kegiatan ini, kita melihat bagaimana pendidikan tidak hanya membentuk kecerdasan, tetapi juga karakter dan kemandirian,” ujarnya.
Meldayanoor berharap seluruh rangkaian kegiatan ini mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berakhlak dan mampu memberikan konribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.ris/ani

