
JAKARTA – Sektor industri semen nasional mulai dibayang-bayangi kenaikan harga jual seiring meningkatnya eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang memicu kenaikan biaya produksi dan logistik. Ketua Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (Aperssi), Lilik Unggul Raharjo mengonfirmasi bahwa tekanan biaya input sudah mulai merambat ke operasional pabrikan.
Kelangkaan pasokan biji plastik global telah mengerek harga kantong semen secara signifikan di pasar. “Terkait geopolitik impact, saat ini harga kantong plastik sudah naik karena kelangkaan supply biji plastik. Ongkos logistik bahan baku naik. Ditambah kenaikan harga batu bara. Maka kemungkinan harga semen akan naik,” kata Lilik Senin.
Lilik menambahkan bahwa di beberapa titik distribusi, penyesuaian harga sudah mulai terjadi meskipun secara bertahap. Tren kenaikan ini diprediksi akan terus berlanjut apabila kondisi geopolitik global tidak kunjung menunjukkan di eskalasi.
Kondisi ini mendapat perhatian dari pemerintah, mengingat semen merupakan komponen vital dalam pembangunan infrastruktur nasional.
Menteri Pekerjaan Umum(PU) Dody Hanggodo mengakui adanya potensi kenaikan harga bahan bangunan. Di mana, hal itu akan berdampak pada meningkatnya biaya konstruksi sebuah proyek.
“Oh harga bahan material sementara sih belum ya sementara belum [naik], tapi saya yakin sih pasti nanti akan ada kenaikan, cuma sementara ini belum sementara waktu belum,” ujar Dody. Meskipun saat ini harga di pasaran masih relatif stabil, Kementerian PU terus memantau pergerakan harga komoditas konstruksi secara harian.
Pemerintah menyiapkan langkah antisipasi jika harga semen dan besi melonjak hingga melampaui batas kewajaran. Dody menegaskan pemerintah siap mengambil opsi eskalasi kontrak jika kenaikan harga material bangunan mengancam keberlanjutan proyek inrastruktur. Langkah ini diambil guna menjaga arus kas kontraktor agar pengerjaan fisik tidak terhenti di tengah jalan.
“Jadi pada saatnya kita akan informasikan kepada publik ya, kalau memang nanti memang harga-harga, besi terutama atau semen itu naik tinggi, mau gak mau kita akan melakukan eskalasi kontrak ya, tapi nanti belum jadi sebentar ini belum,” pungkasnya. bisn/mb06

