Mata Banua Online
Senin, April 13, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Demo No Kings, Kebangkrutan AS dan Penegakan Sistem Pemerintahan Islam

by Mata Banua
12 April 2026
in Opini
0

Oleh : Meliana Dewi, S.Tr.Gz

Puluhan ribu demonstran memadati berbagai titik di San Diego Country pada Sabtu (28/3) waktu setempat dalam aksi bertajuk “No Kings”, yang menjadi bagian dari gelombang protes besar di seluruh Amerika Serikat (AS).Aksi terbesar terpusat di Waterfront Park, di mana massa mulai berkumpul sejak pagi sebelum melanjutkan pawai di pusat kota. Secara keseluruhan, lebih dari 20 aksi digelar di seluruh wilayah tersebut, mencerminkan luasnya partisipasi masyarakat lokal.Dilaporkan oleh KSWB San Diego, Departemen Kepolisian San Diego melaporkan sekitar 40.000 orang mengikuti pawai utama di pusat kota.Meski jumlah massa besar, aparat menyatakan demonstrasi berlangsung relatif aman tanpa penangkapan maupun insiden kriminal, dan penutupan jalan telah kembali normal setelah aksi selesai.(wartaekonomi.co.id,30/03/2026)

Berita Lainnya

Belum Ada Titik Temu Kenaikan UMP 2026

Demo NoKings, Kebangkrutan Amerika Serikat dan Penegakan Khilafah

12 April 2026
Belum Ada Titik Temu Kenaikan UMP 2026

Manuver Politik

12 April 2026

Aksi ini merupakan bagian dari gerakan nasional “No Kings” yang menentang kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump, khususnya terkait operasi penegakan imigrasi oleh ICE, kebijakan perang dengan Iran, serta tekanan ekonomi akibat meningkatnya biaya hidup.Di tingkat nasional, protes berlangsung dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Lebih dari 3.300 aksi digelar di seluruh 50 negara bagian, dengan estimasi partisipasi mencapai lebih dari 8 juta orang menjadikannya salah satu aksi demonstrasi terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.(wartaekonomi.co.id,30/03/2026)

Selain di kota-kota besar seperti New York, Chicago, dan Washington DC, aksi juga meluas hingga ke wilayah pedesaan dan bahkan ke luar negeri, termasuk di sejumlah kota di Eropa dan Australia.Isu yang diangkat dalam demonstrasi tidak hanya terbatas pada imigrasi. Para peserta juga menyuarakan penolakan terhadap konflik dengan Iran, kekhawatiran atas meningkatnya biaya hidup, serta tudingan kemunduran demokrasi di bawah pemerintahan Trump.Meski sebagian besar aksi berlangsung damai, bentrokan dilaporkan terjadi di beberapa kota lain seperti Los Angeles, Portland, dan Dallas, yang berujung pada penangkapan dan penggunaan gas air mata oleh aparat keamanan.(wartaekonomi.co.id,30/03/2026)

No kings merupakan gerakan protes politik yang digelar oleh kelompok masyarakat sipil di Amerika serikat sebagai bentuk penolakan terhadap kepemimpinan yang dianggap menyerupai monarki atau kekuasaan absolut. Gerakan ini menekankan bahwa Amerika Serikat adalah negara demokrasi yang menempatkan konstitusi sebagai landasan utama pemerintahan.(detik.com,30/03/2026)

Keinginan besar Trump menguasai dunia dengan melakukan kebijakan militernya membuat utang AS berlipat dan menuju kebangkrutan.Ketika sistem kapitalisme diadopsi, yang mana mengutamakan materi dan meraih keuntungan besar. Tidak hanya sekedar menguasai sendiri tetapi AS (Trump) mendukung penuh dengan Israel agar mempermudah jalan mereka untuk menguasai atas bumi Palestina. Bahkan AS bersekutu dengan Eropa dan negara-negara Teluk untuk kompak memerangi Iran, telah membuka mata dunia dan warga AS akan kejahatan Trump dan hegemoni kapitalisme AS.

Umat harus terus disadarkan bahwa AS dan hegemoni kapitalismenya telah merusak dunia dan kehidupan antar bangsa. Umat Islam dan penguasa muslim jadi korban adu domba demi kepentingan AS.Sayangnya justru tindakan AS mendapat dukungan dari penguasa muslim yang merupakan suatu kekecewaan oleh kaum muslim.Sungguh ini adalah musibah kaum muslim hari ini, dimana yang seharusnya penguasa muslim mendukung kaum muslim yang terkena genosida oleh Israel yang didukungoleh AS kini malah berteman akrab dengan AS. Padahal kekuatan Israel tanpa dukungan AS dan negeri-negeri muslim tentu tidak ada apa-apanya. Mengapa hal demikian terjadi? Tentu sangat disayangkan karena tidak berpegang teguh kepada Allah SWT melainkan hanya berpegang kepada manusia, tentu ketika kita yakin berpegang teguh kepada Allah SWT pasti kita diberi kekuatan, karena Allah SWT adalah sang Maha pemberi kekuatan bagi hamba-hambaNya yang selalu berpegang teguh kepada tali (agama) Allah SWT.Allah SWT berfirman dalam surah Al Imran ayat 112 yang artinya: “Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. Mereka mendapat murka dari Allah dan (selalu) diliputi kesengsaraan. Yang demikian itu karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi, tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas”.

Upaya penyadaran politik umat Islam harus semakin dideraskan, dibarengi dengan edukasi tentang politik Islam. Politik dalam Islam dikenal dengan istilah siyasah yang berasal dari kata saasa-yasuusu-siyaasatun yang bermakna “mengurus”.Dengan kata lain, politik Islam hakiktnya adalah pengurusan urusan rakyat berdasarkan prinsip syariat. Rasulullah saw bersabda, yang artinya “Dulu Bani Israel diurus oleh para nabi. Setiap seorang nabi wafat, digantikan oleh nabi yang lain. Sesungguhnya tidak ada nabi setelahku yang akan ada adalah para khalifah yang banyak.” (HR Al-Bukhari, Muslim dan Ahmad).

Sistem kepemimpinan Islam berada pada koridor syariat Islam. Inilah makna kedaulatan ditangan syara, bukan pada suara mayoritas.Ketika Islam diterapkan ditengah-tengah masyarakat yaitu sebuah sistem yang berlandaskan aturan Islam kehidupan secara kaffah, saat itulah terwujud Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Itu merupakan suatu kebaikan bagi seluruh umat di seluruh dunia, baik muslim maupun nonmuslim. Dilihat dari Sejarah Islam pernah terwujud dalam penerapan Islam mulai masa Rasulullah saw hijrah di Madinah hingga keruntuhan Khilafah Islamiah di Turki.Umat dan penguasa muslim harus memperjuangkan penegakan khilafah, agar tatanan dunia yang rusak diganti dengan tatanan syariah Islam.

Wallahu’alam Bishawab

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper