Mata Banua Online
Jumat, April 10, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Lisa: Penerapan WFH Jangan Sampai Ganggu Pelayanan Publik

by Mata Banua
9 April 2026
in Banjarbaru
0
WALIKOTA Banjarbaru Erna Lisa Halaby memberikan pengarahan kepada ASN dan pegawai Pemkot saat memimpin apel pagi di Banjarbaru beberapa waktu lalu. (Foto:mb/ant/mc kominfo bjb)

BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara sebagai bagian dari langkah strategis dalam mendukung efisiensi pemerintah.

Walikota Banjarbaru Erna Lisa Halaby, menegaskan penerapan WFH tidak boleh berdampak pada terganggunya pelayanan publik dan sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap berjalan normal.

Berita Lainnya

Pemko Banjarbaru Dukung Pembatasaan Usia Penggunaan Medsos

Pemko Banjarbaru Dukung Pembatasaan Usia Penggunaan Medsos

9 April 2026
Sekolah Rakyat Perkuat Akses Tenaga Pendidik Nasional

Sekolah Rakyat Perkuat Akses Tenaga Pendidik Nasional

9 April 2026

“Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu. Dinas dan instansi yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik seperti kesehatan dan perpajakan tetap bekerja seperti biasa,” tegasnya di Banjarbaru, Rabu.

Menurut Lisa, kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat terkait efisiensi khususnya dalam upaya penghematan energi dan peningkatan efektivitas kinerja bagi aparatur pemerintah.

Lisa menekankan, melalui pola kerja fleksibel, aktivitas setiap ASN lingkup Pemkot Banjarbaru diharapkan tetap produktif, terukur, dan bertanggung jawab tanpa mengurangi kualitas layanan yang diberikan.

“Penerapan WFH dilakukan selektif dan proporsional. Artinya, tidak semua unit kerja menerapkan pola kerja dari rumah, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan fungsi pelayanan masing-masing instansi,” ungkapnya.

Dikatakan Lisa, efisiensi tidak hanya berorientasi penghematan energi, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas ASN melalui sistem kerja yang lebih adaptif terhadap situasi dan perkembangan zaman.

Ditegaskan wali kota perempuan pertama di Banjarbaru itu, kebijakan tersebut bukan bentuk perbandingan dengan kebijakan pemerintah provinsi tetapi murni merupakan tindak lanjut dari instruksi pemerintah pusat.

“Kebijakan ini akan dilaporkan secara berjenjang. Setelah SE diterbitkan, Pemkot menyampaikan laporan ke Gubernur Kalsel diteruskan ke pusat sebagai bagian monitoring kebijakan efisiensi nasional,” tuturnya

Ditambahkan, efisiensi energi dan pengelolaan anggaran dapat berjalan optimal tanpa mengurangi kualitas pelayanan dan Pemkot komitmen menghadirkan birokrasi efisien, responsif, mengutamakan kepentingan publik. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper