
MARABAHAN – Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Kabupaten Barito Kuala (LPTQ Batola), Kalimantan Selatan H Zulkipli Yadi Noor menegaskan, meskipun di tengah kondisi keterbatasan anggaran dan dinamika global saat ini, pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXXVII Tingkat Kalsel di Batola 2026 tetap menjadi prioritas Pemkab Batola sebagai bagian dari syiar Islam.
“MTQ ini merupakan bagian dari upaya kita dalam menguatkan nilai-nilai keagamaan, sejalan dengan motto Batola yakni SATU, Sejahtera, Agamis, Terpadu, dan Unggul,” ujar H Zulkipli Yadi Noor, pada Rakor Persiapan MTQN XXXVII Tingkat Kalsel 2026 digelar LPTQ Kalsel bersama LPTQ Batola, di Aula Mufakat, Rabu.
Menurut dia, Kabupaten Batola terakhir kali menjadi tuan rumah MTQ tingkat provinsi sekitar 16 tahun lalu.
Oleh karena itu, sebut dia, pihaknya berharap mendapatkan bimbingan dan arahan dari LPTQ Kalsel, agar pelaksanaan MTQ Tahun 2026 dapat berjalan sukses, baik dari sisi penyelenggaraan maupun prestasi.
“Cita-cita kami adalah sukses sebagai tuan rumah dan juga sukses dalam prestasi, sehingga memberikan kesan positif bagi seluruh kafilah dari kabupaten/kota se-Kalsel,” tambahnya.
Dalam rakor tersebut Ketua Umum LPTQ Batola H Zulkipli Yadi Noor menerima Surat Keputusan (SK) rekomendasi dari Gubernur Kalsel terkait penetapan lokasi pelaksanaan MTQ yang diserahkan oleh Ketua LPTQ Kalsel H Fahrurazi.
Selain itu, H Zulkipli Yadi Noor juga menyerahkan surat usulan jadwal pelaksanaan MTQ direncanakan berlangsung pada tanggal 16 Juni hingga 26 Juni 2026.
Sementara, Ketua LPTQ Kalsel H Fahrurazi menyampaikan, pihaknya secara resmi menyerahkan SK sebagai bentuk legitimasi penetapan Kabupaten Batola, khususnya di Marabahan sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXVII Tingkat Kalsel Tahun 2026.
Penetapan lokasi tersebut, jelas dia, didasarkan pada berbagai pertimbangan, salah satunya untuk mendukung syiar Islam dengan memilih lokasi dekat dengan permukiman masyarakat, sehingga diharapkan partisipasi masyarakat dapat lebih maksimal.
“MTQ ini bukan hanya ajang lomba, tetapi juga sarana membumikan Al-Qur’an. Harapannya, masyarakat semakin gemar membaca, memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujar H Fahrurazi yang juga sebagai Kepala Biro Kesra Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel.
Dia juga berharap, melalui pelaksanaan MTQ tersebut akan lahir qari dan qariah yang mampu berprestasi hingga tingkat nasional maupun internasional. ant

