Mata Banua Online
Kamis, April 9, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Mikrotrans Dipertimbangkan Jadi Transportasi Publik

by Mata Banua
8 April 2026
in Banjarmasin
0
WALIKOTA HM Yamin bersiap melakukan tes drive mikrotrans listrik untuk mobil angkutan umum.(foto:mb/ist)

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin mulai menguji arah baru transportasi publik. Walikota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR, turun langsung menjajal mikrotrans listrik dari Halaman Balai Kota menuju kawasan Nol Kilometer dan kembali lagi, Selasa (7/4).

Uji coba ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah awal menjawab krisis angkutan umum yang kian kehilangan peminat.

Berita Lainnya

Walikota dan Dandim 1007 Tanam Padi di Sungai Andai

Walikota dan Dandim 1007 Tanam Padi di Sungai Andai

8 April 2026
Yamin Minta Dukungan Perluasan Wilayah ke Pemprov

Yamin Minta Dukungan Perluasan Wilayah ke Pemprov

8 April 2026

“Ini masih uji coba. Kita ingin tahu sejauh mana daya tahan, jarak tempuh, dan efektivitasnya dari pagi sampai sore. Kurang lebih satu bulan kita lihat hasilnya, baru kita putuskan,” ujar Yamin.

Ia menekankan, keputusan penggunaan armada listrik akan berbasis data lapangan, bukan sekadar tren. Mikrotrans ini mampu mengangkut hingga 12–13 penumpang, dilengkapi CCTV dan GPS, serta pendingin ruangan yang dinilai memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna.

Dari sisi pengalaman, Yamin tidak menutup kesan positifnya. “Nyaman, dingin, dan stabil. Ini bisa jadi alternatif angkutan umum ramah lingkungan di Banjarmasin. Tapi tetap, kita tidak mau terburu-buru, semua harus terukur,” ujarnya.

Ia juga membuka kemungkinan moda ini menggantikan peran taksi kota atau “taksi kuning” yang kini mulai kehilangan daya saing di tengah perubahan pola transportasi masyarakat.

Di balik potensi tersebut, pemerintah juga membaca tantangan yang tidak kecil. Ketergantungan pada daya listrik, kebutuhan infrastruktur pengisian, hingga kesiapan rute menjadi catatan penting. Namun di sisi lain, peluang efisiensi anggaran dan pengurangan emisi menjadi kekuatan utama yang mendorong program ini terus diuji. Pemerintah juga melihat momen ini sebagai peluang membangun sistem transportasi yang lebih modern dan terintegrasi dari hulu ke hilir kota.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Slamet Begjo, menyebut langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional. “Arahan pemerintah pusat jelas, angkutan umum harus beralih dari konvensional ke listrik. Ini bagian dari penghematan energi dan efisiensi anggaran,” ujarnya.

Ia mengakui, kebutuhan angkutan umum di Banjarmasin masih belum terpenuhi, sementara taksi kota yang ada saat ini berada di kondisi stagnan. Sebagai solusi, Dishub merancang pola transisi yang tidak mematikan pelaku lama. “Pengemudi taksi kuning tetap kita prioritaskan. Nanti kita uji kelayakannya. Kalau memenuhi syarat, bisa kita libatkan dalam sistem baru ini,” jelas Slamet.

Ia menambahkan, rencana operasional akan mengacu pada 13 koridor transportasi, di mana saat ini baru 6 koridor yang aktif. Sisanya akan diisi bertahap, termasuk kemungkinan oleh armada listrik ini, dengan jam operasional mulai pukul 06.00 hingga 18.00 Wita. via

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper