Mata Banua Online
Kamis, April 9, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pemkab Tapin perkuat layanan hadapi penilaian Ombudsman

by Mata Banua
8 April 2026
in Lintas
0

 

SOSIALISASI-Wakil Bupati Tapin H. Juanda memberikan sambutan sekaligus membuka asistensi dan sosialisasi mekanisme terbaru penilaian maladministrasi pelayanan publik (Opini Ombudsman) di Banjarmasin, Provinis Kalimantan Selatan. (foto:mb/ant)

RANTAU-Pemerintah Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, memperkuat kualitas pelayanan publik menjelang penilaian maladministrasi oleh Ombudsman RI pada 2026 melalui asistensi dan sosialisasi mekanisme terbaru.

Berita Lainnya

Bupati HSU tinjau lahan untuk Koperasi Merah Putih

Bupati HSU tinjau lahan untuk Koperasi Merah Putih

7 April 2026
Pemkab Tanah Bumbu sediakan ratusan lowongan pekerjaan pada “Job Fair”

Pemkab Tanah Bumbu sediakan ratusan lowongan pekerjaan pada “Job Fair”

6 April 2026

Wakil Bupati Tapin H. Juanda mengatakan, penunjukan daerahnya sebagai lokus penilaian menjadi tantangan guna memastikan pelayanan publik berjalan transparan dan bebas dari praktik maladministrasi.

“Penunjukan ini menjadi bukti komitmen kami dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima, transparan, dan bebas dari maladministrasi,” ujar Juanda saat dikonfirmasi, di Rantau, Kabupaten Tapin.

Ia menambahkan, asistensi ini menjadi langkah strategis untuk memahami indikator penilaian terbaru, mulai dari aspek input, proses hingga output, termasuk pengelolaan pengaduan masyarakat.

“Kegiatan ini penting agar seluruh perangkat daerah memahami mekanisme penilaian secara menyeluruh,” katanya.

Menurut Juanda, penilaian Ombudsman bukan sekadar mengejar angka, tetapi menjadi cerminan kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

“Peran Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan sebagai sektor layanan dasar agar memperkuat pembinaan pada unit kerja masing-masing,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Kalimantan Selatan Hadi Rahman mengatakan, penilaian pelayanan publik telah dilakukan sejak 2015 dan mengalami perubahan metodologi signifikan mulai 2025.

“Metodologi penilaian baru ini merupakan hasil evaluasi untuk meningkatkan kualitas pengawasan pelayanan publik,” ujar Hadi.

Ia menyebutkan, nilai pelayanan publik Kabupaten Tapin pada 2024 mencapai kategori tertinggi dengan skor 94, namun mengalami penyesuaian menjadi sekitar 82 seiring penerapan metode baru. “Perubahan ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk terus berbenah,” katanya.

Hadi menambahkan, penilaian 2026 akan mencakup seluruh pemerintah daerah di Kalimantan Selatan dengan jadwal pelaksanaan diperkirakan dimulai pertengahan tahun.

“Pelayanan publik adalah tanggung jawab bersama, membutuhkan kolaborasi lintas instansi dan partisipasi masyarakat,” ungkapnya.[an/mb03]}

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper