
SURABAYA– Forum Wartawan Pelabuhan (Forwapel) Kalimantan Selatan berkunjung ke Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara Surabaya disambut hangat oleh Branch Manager Penumpang dan Roro, Adam Novendra K.
Kegiatan ini menjadi ajang eksplorasi potensi layanan sekaligus daya tarik ekonomi di kawasan pelabuhan modern tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan awak media diajak berkeliling melihat langsung fasilitas terminal, mulai dari pintu masuk penumpang hingga area pujasera dan spot sunset di lantai tiga.
Adam Novendra menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Forwapel. Ia menjelaskan, terminal ini memiliki kapasitas ruang tunggu hingga 4.000 penumpang dengan berbagai fasilitas pendukung seperti ruang tunggu nyaman, musala, toilet, hingga pujasera.
Selain melayani penumpang domestik dan distribusi barang, pelabuhan ini juga berstatus internasional dan rutin disinggahi kapal pesiar mancanegara.
“Tahun ini tercatat ada 18 kunjungan kapal pesiar. Kami juga menggandeng pemerintah daerah untuk menghadirkan pasar UMKM sebagai upaya menggerakkan ekonomi lokal,” ujar Adam Novendra di Surabaya,Rabu (8/4) siang.
Beragam produk UMKM ditampilkan, mulai dari makanan kering, batik, kerajinan seni rupa hingga oleh-oleh khas Jawa Timur. Kehadiran pasar ini menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan sekaligus peluang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.
Sementara itu, Junior Manager Umum dan Humas Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan, Suprayogi Sumarkan, menilai kunjungan ini penting sebagai bahan perbandingan untuk pengembangan pelabuhan di Banjarmasin.
Ia menyoroti masih minimnya daya tarik wisata di Kalimantan Selatan dibanding daerah lain.
“Jika dibandingkan dengan kawasan wisata Tanjung Puting di Kalimantan Tengah yang mampu menarik 11 hingga 15 ribu wisatawan mancanegara, kita masih tertinggal,” ungkapnya.
Suprayogi juga menyinggung potensi wisata di Pulau Bakut yang dinilai belum dikelola secara optimal dan profesional, sehingga belum mampu menarik minat wisatawan secara maksimal.rds

