Mata Banua Online
Kamis, April 9, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Bandung Arena Jadi Tuan Rumah IBL All-Star 2026

by Mata Banua
8 April 2026
in Olahraga
0
Konferensi Pers – Indonesian Basketball League (IBL) saat menggelar konferensi pers jelang gelaran IBL All Star di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/4).(foto:mb/ant)

Bandung – Direktur Utama (Dirut) Indonesian Basketball League (IBL) Junas Miradiarsyah menyatakan Kota Bandung dipilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan IBL All-Star yang akan digelar di Bandung Arena pada Sabtu (11/4).

Junas mengatakan, ajang tahunan tersebut akan hadir dengan konsep berbeda yang menggabungkan olahraga basket dengan unsur budaya dan gaya hidup anak muda.

Berita Lainnya

Gol Havertz di Injury Time Menangkan The Gunners

Gol Havertz di Injury Time Menangkan The Gunners

8 April 2026
Bayern Curi Kemenangan di Kandang Real Madrid

Bayern Curi Kemenangan di Kandang Real Madrid

8 April 2026

“Ini kombinasi antara basket dan potret basket Indonesia saat ini dengan kehadiran pemain-pemain terbaik,” ujar Junas di Bandung, Rabu.

Junas menjelaskan, konsep tersebut bertujuan mendekatkan olahraga basket dengan masyarakat melalui pendekatan yang lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Kemudian kami ingin menunjukkan bahwa olahraga basket dekat dengan masyarakat, dekat dengan budaya, gaya hidup, dan di sini kami akan kolaborasi dengan olahraga dan kehidupan anak muda,” ujarnya.

Dari sisi konsep, IBL All-Star 2026 menghadirkan format yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu inovasi utama adalah sistem pemilihan tim oleh pemain.

“Setiap tahun pasti berbeda, dari pertandingan, pemainnya. Konsep kali ini berbeda di mana dua pemain dengan voting tertinggi yaitu Yudha Saputera dari Satria Muda dan Andakara Prastawa dari Pelita Jaya Jakarta menjadi tim kapten dan diberi kebebasan memilih timnya sendiri,” kata dia.

Menurutnya, konsep ini memberikan warna baru sekaligus sentuhan emosional bagi para pemain dan penggemar.

“Di sini pembedanya pemain ingin membuat timnya sendiri, karena selain soal pertandingannya ada sisi nostalgia juga dan memberikan yang terbaik untuk penggemar,” katanya. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper