
MARABAHAN – Wakil Bupati Barito Kuala (Wabup Batola) Herman Susilo menyebutkan, penerapan Sistem Manajemen Talenta berbasis aplikasi merupakan langkah strategis dalam mendukung penilaian kinerja ASN secara objektif.
“Sistem terukur akan memudahkan daerah dalam mendeteksi prestasi dan kompetensi pegawai secara akurat,” ujar Herman Susilo, saat membuka Persiapan Percepatan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Batola digelar Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) setempat, di Aula Mufakat Marabahan, Selasa.
Menurut dia, Manajemen Talenta bukan sekadar instrumen pengisian jabatan, melainkan upaya membangun ekosistem kerja yang sehat, produktif dan profesional.
Lebih lanjut Herman menjabarkan, ada empat poin urgensi dari implementasi sistem tersebut bagi lingkungan pemerintah daerah.
“Empat urgensi yakni, Pertama Keadilan Penilaian. Artinya memberikan standar penilaian yang adil agar pemberian hak dan pemenuhan kewajiban ASN tepat sasaran,” ucapnya.
Kedua, jelas dia, Optimalisasi Kontribusi, artinya menjadi indikator nyata bagi ASN untuk memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan daerah.
“Ketiga, Fondasi SDM Unggul. Artinya melahirkan sumber daya manusia yang inovatif, berintegritas serta adaptif terhadap tantangan globalisasi dan teknologi digital,” terangnya.
Keempat, sambung dia, Peningkatan Pelayanan Publik, artinya menjawab ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan birokrasi yang cepat, transparan dan profesional.
Herman berharap, dengan adanya asistensi dan penguatan dari pihak BKN, implementasi Manajemen Talenta di Batola dapat berjalan selaras dengan kebijakan nasional.
“Langkah ini diharapkan mampu menciptakan birokrasi yang adaptif dan akuntabel dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa depan,” tegasnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BKPP Batola H Samson, perwakilan Kantor Regional (Kanreg) VIII BKN Kalimantan Selatan, Kabag Hukum Setda serta Tim Percepatan Manajemen Talenta. ant

