Mata Banua Online
Rabu, April 8, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Disdik Kaji Kesiapan Full Day pada Tingkat SD

by Mata Banua
7 April 2026
in Banjarmasin
0
KADISDIK Kota Banjarmasin Ryan Utama ketika menjelaskan kesiapan full day pada tingkat sekolah dasar.(foto;mb/ist)

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin sedang mengkaji kesiapan sekolah full day pada tingkat Sekolah Dasar (SD). Hal ini menyangkut adanya usulan beberapa sekolah serta adanya kebijakan pemerintah pusat mengenai upaya penghematan energi dan bahan bakar transportasi.

“Memang saat ini beberapa gugus SD yang mengusulkan full day dan sedang kami kaji untuk kesiapaan sekolah serta tenaga pengajarnya,” ungkap Kepala Disdik Banjarmasin Ryan Utama, Senin (6/4).

Berita Lainnya

Walikota Sepakat Benahi Banjir dari Hulu ke Hilir

Walikota Sepakat Benahi Banjir dari Hulu ke Hilir

7 April 2026
Para Pelajar Banjarmasin Seleksi Paskibraka 2026

Para Pelajar Banjarmasin Seleksi Paskibraka 2026

7 April 2026

Sebenarnya, lanjut Ryan, sudah ada beberapa sekolah di Kota Banjarmasin yang menerapkan kebijakan 6 hari masuk sekolah. Selain itu, kebijakan baru dari pemerintah pusat tersebut bisa disesuaikan sekolah dalam rangka upaya penghematan energi di tengah konflik yang terjadi di Timur Tengah.

“Ada yang 6 hari, dan sebenarnya ada kebijakan baru kalau sekolah boleh mengajukan full day selama 5 hari. Kita lihat dan evaluasi dulu,” tutur Ryan.

Dia menambahkan bahwa kondisi ini memang sudah didahului pada jenjang SMP yang sudah berlakukan full day selama 5 hari masuk sekolah dalam seminggu.

Selanjutnya berdasarkan keterangan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sektor pendidikan dapat pengecualian untuk kebijakan WFH (Work From Home) satu kali dalam sepekan.

“Artinya, sektor pendidikan dasar dan menengah tetap menjalankan kegiatan belajar secara langsung di sekolah di masing-masing satuan pendidikan,”katanya

Hal merujuk pada arah kebijakan pemerintah dalam 8 Transformasi Budaya Kerja Nasional yang menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu sektor prioritas yang tetap menjalankan layanan secara langsung di satuan pendidikan.

“Sebab kalau terkait pembelajaran jarak jauh, mungkin efektifitas dinilai kurang hingga perlu diperhatikan jika diberlakukan,” tutupnya. via

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper