Mata Banua Online
Selasa, April 7, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Harga BBM Subsidi Tak Naik sampai Akhir Tahun

by Mata Banua
6 April 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
HARGA BBM SUBSIDI – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak atau BBM subsidi tidak akan naik sampai dengan akhir 2026. APBN masih bisa menjadi peredam kejut dengan asumsi harga minyak naik ke level US$80 hingga US$100 per barel sepanjang tahun. Sebelumnya, menjelang 1 April lalu warga banyak panic buying terhadap BBM Subsidi.(foto:mb/ant)

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan harga bahan ba­kar minyak atau BBM subsidi tidak akan na­ik sampai dengan akhir 2026.

Menurut Purbaya, APBN masih bisa me­n­jadi peredam kejut (shock absorber) dengan asumsi harga minyak naik ke level US$80 hingga US$100 per barel sepanjang ta­hun. Bahkan, menurutnya harga BBM su­b­sidi bisa ditahan untuk tidak naik apabila ha­rga minyak rata-rata US$100 per barel se­panjang tahun.

Berita Lainnya

Harga Cabai Rawit Merah Rp83.150 per Kg

Harga Cabai Rawit Merah Rp83.150 per Kg

6 April 2026
Modus Haji Ilegal Mencuat Lagi

Modus Haji Ilegal Mencuat Lagi

6 April 2026

“Harga minyak U$100 per barel sampai ak­hir tahun sudah dihitung rata-rata, untuk yan­g bersubsidi ya. Kalau yang nonsubsidi bu­kan hitungan kami. Saya enggak ada di ang­garan juga, jadi yang bersubsidi sampai ak­hir tahun aman,” terangnya saat rapat dengan Komisi XI DPR, Kompleks Par­lemen Senayan, Jakarta, Senin Purbaya me­­ngatakan bahwa pihaknya sudah me­la­kukan exercise kebutuhan anggaran apabila har­ga minyak naik masing-masing sampai US$80 per barel, US$90 per barel maupun US$100 per barel.

Sebagaimana diketahui, APBN 2026 di­rancang dengan asumsi Indonesian Crude Pr­ice (ICP) US$70 per barel. Dengan de_mi­kian, Bendahara Negara memastikan defisit APBN masih akan berada di bawah ba­tas 3% terhadap PDB apabila harga min­yak rata-rata di level US$100 per barel.

“Kami sudah hitung asumsi harga min­yak dunia US$100 [per barel] rata-rata se­pan­jang 2026 dan dengan exercise tertentu ang­garan bisa ditekan masih di 2,92% dari PDB,” tuturnya.

Di sisi lain, Purbaya kembali men­ya­ta­kan opsi terbuka bagi otoritas fiskal untuk me­nggunakan Saldo Anggaran Lebih (SAL). Nilainya mencapai Rp420 triliun.

“Itu merupakan bantalan tersendiri ka­lau diperlukan kalau harga minyak naik ti­ng­gi sekali tidak terkendali. Tentu saya akan ke Komisi XI untuk minta izin ba­gai­ma­na mengelola anggaran SAL,” ujarnya. bisn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper