Zahra Kamila
Ramadhan telah berlalu, namun ujian ketaatan yang sesungguhnya baru saja dimulai. Di sinilah sesungguhnya ayah dan ibu memiliki peran besar dalam mengajak keluarganya untuk melanjutkan amalan kebaikan yang biasa dilakukan saat bulan Ramadhan pada bulan -bulan selanjutnya dimulai dengan berpuasa sunnah pada bulan Syawal selama 6 hari. Tentu saja kedua orangtua menjadi contoh bagi anak-anaknya.
Sesungguhnya Rasulullah SAW melalui bimbingan wahyu ALLAH SWT telah menjadikan Bulan Syawal yang mengiringi bulan Ramadhan sebagai momentum yang tepat untuk mengawali dan menjaga konsistensi ketaatan umatnya pasca Ramadhan. Beliau telah mensyariatkan puasa 6 hari di dalamnya dan memberikan penjelasan tentang keutamaannya dan sangat besar fadhilah serta ganjarannya.
Rasulullah SAW bersabda “ siapa saja yang berpuasa pada bulan Ramadhan, kemudian diikuti dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, puasanya itu seperti puasa sepanjang tahun ( HR Muslim).
Tentu saja tidak cukup dengan berpuasa Syawal saja. Masih banyak aktivitas yang bisa dilakukan untuk menjaga ketaatan kepada Allah. Jika tidak bisa dilakukan sebanyak pada bulan Ramadhan, sesungguhnya masih banyak juga amalan sunnah lainnya yang bisa dilakukan bersama -sama keluarga. Tentu saja jika dilakukan bersama-sama seluruh anggota keluarga akan lebih terasa keberkahan dan kebersamaannya.
1. Menjaga shalat berjamaah dan shalat -shalat sunnah.
Jika shalat tarawih yang sunnah hukumnya tidak ketinggalan dikerjakan secara berjamaah pada saat Ramadhan, maka shalat lima waktu secara berjamaah yang hukumnya wajib itu tentu lebih penting dijaga dan ditingkatkan. Pasalnya, amalan wajib harus didahulukan dan diutamakan daripada amalan sunnah. Menjaga shalat lima waktu tepat waktu.
2. Meneruskan tilawah Al-Qur’an bersama keluarga.
Tilawah dan tadabbur Quran yang telah rutin dilakukan pada bulan Ramadhan, in Syaa Allah tetap bisa kita amalkan bersama keluarga, semisal setelah atau menjelang shalat shubuh setelah tahajjud bersama. Bisa juga setelah shalat Maghrib. Dengan kebersamaan ini, in Syaa Allah semakin banyak ilmu yang kita dapatkan, semakin baik pula tilawah dan hapalan kita. Keluarga kita pun semakin harmonis. Lebih dari itu ketaatan kita kepada Allah semakin meningkat pula.
3.Memperbanyak puasa sunnah.
Selain kita melakukan puasa wajib pada bulan Ramadhan dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal, hendaklah kita kerjakan juga puasa sunnah lainnya seperti puasa Senin-Kamis.
4. Memperbanyak zikir dan sedekah.
Memperbanyak zikir dan sedekah supaya kita terlindungi dari segala yang tidak baik. Kita pun mendapatkan pahala dari semua itu. Juga memperkuat idrak shilah billah. Hal itu pun akan meningkatkan ketaatan kita kepada Allah SWT.
5. Semakin giat menuntut ilmu dan menghadiri majelis ilmu.
Dalam kondisi apapun menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap Muslim.
Demikianlah, banyak aktivitas yang bisa kita dan keluarga lakukan untuk semakin menguatkan ketaatan kepada Allah SWT. Inilah bentuk amal kebaikan yang paling dicintai oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW bersabda “ Amal( ibadah) yang paling dicintai Allah adalah amal yang dikerjakan terus menerus meskipun sedikit.”
Untuk itu, mari kita terus memelihara ketaatan kita kepada Allah dengan terus melaksanakan puasa sunnah, shalat malam, bersedekah, membaca Al-Qur’an, memahami Al-Quran, mengamalkan isi Al-Qur’an, berzikir, berdakwah dan aktivitas kebaikan lainnya sebagaimana kita biasa melakukannya di bulan Ramadhan.

