
MARTAPURA – Ribuan jemaah dari berbagai penjuru Martapura dan kabupaten/kota di Kalsel menghadiri peringatan Haul Syekh Muhammad Kasyful Anwar bin H Ismail Al Banjari.
Peringatan haul ke-88 ulama kharismatik yang dipusatkan di kubah Syekh Muhammad Kasyful Anwar di Desa Melayu Ilir Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar, Rabu (1/4) malam, turut dihadiri Bupati Banjar H Saidi Mansyur, para habib, ulama, dan guru-guru agama.
Selepas magrib, jemaah mulai berdatangan dan memenuhi area sekitar kubah hingga ke ruas jalan di sekitarnya.
Rangkaian kegiatan di malam pertama di isi dengan Shalat Isya berjamaah, pembacaan Surah Yasin, dilanjutkan pembacaan Maulid Habsyi oleh Grup Maulid Ar Raudhah dari Sekumpul Martapura. Suasana religius semakin terasa saat jemaah bersama-sama melantunkan tahlil, yang kemudian ditutup dengan doa.
Pada Jumat (3/4) malam, ribuan jemaah kembali berdatangan memadati kawasan kubah dan Mushala Raudhatul Anwar Desa Melayu Ilir, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, untuk mengikuti puncak peringatan haul ke-88 Syekh Muhammad Kasyful Anwar bin H Ismail Al Banjari.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi, para habaib, ulama serta guru agama. Hadir pula Gubernur Kalimantan Selatan dua periode 2005-2015 H Rudy Arifin, dan undangan.
Rangkaian acara di awali dengan Shalat Magrib berjamaah, dilanjutkan pembacaan Surah Yasin, Shalawat Kamilah, dan Dalail Khairat.
Setelah Shalat Isya, dilantunkan syair-syair maulid yang dipimpin Tuan Guru Hakim, dilanjutkan zikir, nasyid, dan ditutup dengan doa.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Ilham Humaidi menyampaikan pesan mendalam tentang hakikat ketenangan hidup.
Ia menegaskan, ketenteraman sejati hanya dapat di raih dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta memperbanyak istigfar dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
“Tidak ada ketentraman yang sesungguhnya melainkan ketika seorang hamba terhubung dengan Allah SWT dan terkoneksi dengan Nabi Muhammad SAW,” ucapnya.
Ia juga mengajak jemaah untuk menjadikan istigfar dan shalawat sebagai amalan utama agar termasuk golongan yang beruntung di akhirat.
“Orang paling beruntung pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak istigfar dan shalawat. Jika ingin dekat dengan Nabi Muhammad SAW di hari kiamat, jangan jauh dari sunahnya, jangan jauh dari ahlul bait, dan jangan jauh dari para pewarisnya. Mudah-mudahan kita berada di barisan beliau,” ujarnya.
Syekh Muhammad Kasyful Anwar bin H Ismail Al Banjari lahir pada 29 Maret 1887 Masehi (4 Rajab 1304 H) di Desa Melayu Ilir, Martapura Timur dan menjadi pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Martapura dari tahun 1922 hingga tutup usia.
Syekh Muhammad Kasyful Anwar bin H Ismail Al Banjari wafat pada malam Senin, 17 November 1940 Masehi (18 Syawwal 1359 H), dan dimakamkan di kubah Desa Melayu Melayu ilir, Martapura Timur. ril/dio

