
BANJARMASIN – Lebih dari 1.500 peserta dari berbagai Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) di Kalimantan Selatan mengikuti safari dakwah “Gerakan Perempuan Mengaji” yang digelar oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Kalsel, di Masjid Al Jihad Banjarmasin.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah Dr. Apt. Salmah Orbayinah, mengatakan, kehadiran ribuan anggota ‘Aisyiyah menjadi momentum silaturahmi, Syawalan, serta konsolidasi gerakan di seluruh Kalimantan Selatan.
“Mungkin ini satu-satunya PWA di seluruh Indonesia yang mengadakan acara secara offline, karena selama ini Gerakan Perempuan Mengaji hanya dilakukan secara hybrid (ada offline dan online), nah untuk di Kalsel dilaksanakan secara offline yang menghadirkan sebegitu banyaknya anggota ‘Aisyiyah, luar biasa. Ini patut untuk diteruskan,” jelasnya di Banjarmasin, dilaporkan Senin.
Ia menilai pelaksanaan secara penuh offline dengan jumlah peserta besar merupakan hal luar biasa dan patut dipertahankan sebagai penguatan kebersamaan dan gerakan dakwah perempuan di daerah.
Salmah Orbayinah juga mengapresiasi atas suksesnya pelaksanaan Gerakan Perempuan Mengaji yang dinilai mampu memperkuat semangat dakwah dan kebermanfaatan program di masyarakat.
“Atas nama Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, saya memberikan apresiasi yang luar biasa, karena pelaksanaan kegiatan Gerakan Perempuan Mengaji yang relatif sukses,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Masjid Al Jihad Banjarmasin yang telah memberikan tempat untuk mendukung kegiatan tersebut.
“Kami berterima kasih karena bisa berkumpul di masjid yang diakui LPCR sebagai masjid percontohan nasional, sehingga memiliki reputasi yang sangat baik dan dikenal luas,” ujar Salmah.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalsel Prof H Ridhahani Fidzi, menekankan, kehadiran PP ‘Aisyiyah menjadi momen berharga karena ‘Aisyiyah merupakan organisasi otonom Muhammadiyah yang memiliki peran besar dalam mengelola amal usaha sekaligus menggerakkan dakwah perempuan.
“Kegiatan seperti ini tentu memberikan penguatan soliditas dan konsoliditas bagi warga ‘Aisyiyah itu sendiri, dan pada hari ini dihadiri langsung Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, dan ini menjadi acara yang sangat berharga bagi kita sekaligus ini menjadi acara Syawalan semacam halal bihalal,” jelas Ridhahani.
Ia juga mengapresiasi konsistensi kegiatan yang rutin digelar setiap tiga bulan di seluruh daerah Kalimantan Selatan.
Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda, menilai Gerakan Perempuan Mengaji menjadi momentum penting untuk memperkuat keimanan, silaturahmi, dan kebersamaan masyarakat.
Ia mengajak semua pihak bersinergi membangun masyarakat religius, berilmu, dan berakhlak mulia.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat khususnya di kota Banjarmasin, serta menjadi bagian dari upaya kita bersama untuk membentuk masyarakat yang religius, berilmu dan berakhlak mulia di Kalsel khususnya di Kota Banjarmasin yang maju dan sejahtera,” ujarnya.
Sementara itu, selain kegiatan tausyiah, PWA Kalsel juga menyediakan puluhan stand usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang diisi oleh Ikatan Saudagar dan Wirausaha Aisyiyah (ISWARA) se-Kota Banjarmasin.
Banyak peserta dari luar Banjarmasin rela berangkat sejak dini hari demi mengikuti kegiatan yang diselenggarakan PWA Kalsel.
“Saya berangkat dari sebelum subuh, kemudian salat subuh di Margasari,” ujar salah satu peserta dari Rantau.
Selain itu, Ketua PCA Banjarmasin 4 sekaligus Ketua Panitia, Sri Hidayati, menyebut bahwa Masjid Al Jihad Banjarmasin juga menyediakan fasilitas penginapan bagi peserta dari luar daerah.
“Ada peserta dari Tanah Bumbu dan Tabalong. Mereka datang kemarin untuk menginap disini, lalu ikut buka puasa bersama di Masjid Al Jihad,” ujarnya.
Kegiatan mengaji bersama ini juga dihadiri Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda, mantan Wali Kota Banjarmasin H. Ibnu Sina beserta istri Hj. Siti Wasilah, Ketua PWA Kalsel Dr. Hj. Yulia Qamariyanti, dan Ketua PDA Kota Banjarmasin Hj. Sumiatun. ant

