
KOTABARU – Pemerintah Kabupaten Kotabaru Menggelar Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (PPPS) Tingkat Kabupaten Kotabaru Tahun 2026 di Ruang Zona Partisipasi Lantai 3 Kantor Bapperida, Jumat (26/3).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindaklanjut dari Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, serta Pedoman Pelaksanaan Konvergensi Pemerintah Daerah dalam Upaya Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2024.
Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian penting pemerintah daerah guna menyelaraskan program percepatan penurunan stunting secara lebih efektif dan terarah.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis SSos menyampaikan visi pembangunan nasional yang di usung Presiden Prabowo Subianto, yakni Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045, yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama.
“Dalam Asta Cita ke-4, ditegaskan pentingnya penguatan sektor kesehatan dan gizi, termasuk percepatan penurunan stunting,” ucapnya.
Ia juga memaparkan, pemerintah telah menetapkan target ambisius untuk menurunkan prevalensi stunting menjadi 14,4 persen di tahun 2029, dan mencapai lima persen di tahun 2045.
“Ini bukan sekedar angka, tetapi merupakan komitmen memastikan generasi masa depan Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan produktif,” katanya.
Ia menjelaskan, berdasarkan data survei kesehatan Indonesia, prevalensi stunting di Kabupaten Kotabaru menujukkan fluktuasi yang perlu menjadi perhatian serius, yakni di tahun 2021 sebesar 21,8 persen, meningkat di tahun 2022 menjadi 31,6 persen, kemudian menurun di tahun 2023 menjadi 20,1 persen, namun kembali naik di tahun 2024 menjadi 23,2 persen.
“Data ini menujukan upaya kita selama ini sudah memberikan hasil, namun masih belum konsisten dan memerlukan penguatan yang lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Wabup Syairi berharap berbagai permasalahan dan kendala yang masih dihadapi di tingkat kecamatan dan desa dapat diidentifikasi, sehingga dapat dirumuskan solusi yang komprehensif dan dapat dijalankan secara bersama-sama.
“Saya berharap melalui forum ini kita dapat menghasilkan rumusan program prioritas yang benar-benar menyentuh akar permasalahan, berbasis data, serta dapat di impelementasikan secera efektif ditingkat desa dan kecamatan,” harapnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat komitmen dan kerja sama dalam upaya percepatan penurunan stunting di daerah. nia

