Mata Banua Online
Jumat, Maret 27, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pengusaha Beras Andalkan Mitigasi Petani

by Mata Banua
26 Maret 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
(Foto;mb/web)

JAKARTA – Persatuan Pe­ng­u­saha Penggilingan Padi dan Be­ras (Perpadi) menilai potensi ke­mun­culan fenomena super El Ni­no atau ‘Godzilla’ pada 2026 akan berdampak pada produksi pa­ngan nasional.

Namun, dampaknya sangat ber­gantung pada langkah mi­ti­ga­si yang dilakukan di sektor hu­lu. Ketua Umum Perpadi Sutarto Alimoeso mengatakan, pe­rubahan iklim seperti El Nino mau­pun La Nina merupakan fak­tor yang tidak terhindarkan da­lam sektor pertanian dan akan se­lalu memengaruhi produksi.

Berita Lainnya

Berburu Wajib Pajak: Beban Rakyat di Tengah Krisis Anggaran

El Nino Godzilla Menghantui Stok Beras – Migormb/antara

26 Maret 2026
Beras Terancam Naik

Beras Terancam Naik

26 Maret 2026

“Perubahan iklim, baik El ino maupun La Nina, akan selalu ber­dampak terhadap produksi pa­ngan. Besar kecilnya dan po­si­­tif atau negatifnya tergantung ke­pada mitigasi yang dilakukan oleh petani dalam men­yi­ka­pi­nya,” kata Sutarto.

Untuk itu, Perpadi menilai ke­berhasilan petani sangat ber­gan­tung pada strategi serta la­ng­kah konkret yang dilakukan pe­merintah dalam menggerakkan mas­yarakat.

Dia menjelaskan, posisi ang­gota Perpadi berada di sektor hi­lir sehingga sangat dipengaruhi oleh kinerja petani di hulu. Dia me­nuturkan, jika produksi petani ber­jalan baik, maka pelaku usaha pe­nggilingan juga akan ter­dam­pak positif.

Namun sebaliknya, ga­ng­gu­an di tingkat petani akan la­ng­sung menekan kinerja sektor hi­lir. Sebelumnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BIN) men­yatakan potensi kemunculan fe­no­mena super El Nino pada 2026 berisiko memperpanjang mu­sim kemarau dan me­ng­ga­ng­gu ketahanan pangan nasional, khu­susnya di wilayah sentra pro­duksi padi seperti Pantai Utara (Pan­tura) Jawa.

BRIN juga menyoroti an­cam­an kekeringan yang dapat me­ne­kan produktivitas pertanian ser­ta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Ka­limantan dan Sumatra.

Berdasarkan sejumlah mo­del global, fenomena El Nino ip­erkirakan mulai terjadi pada Ap­ril 2026 dan berpotensi se­ma­kin kuat dengan adanya IOD po­sitif. Periset Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Erma Yulihastin menilai pemerintah per­lu mewaspadai dampak ke­ke­ringan yang dapat mengancam lum­bung pangan nasional di wi­la­yah Pantura Jawa.

“Selain itu, dampak karhutla [ke­bakaran hutan dan lahan] di Ka­limantan dan Sumatra juga ha­rus dimitigasi. Namun, di sa­at yang bersamaan, pemerintah ju­ga sebaiknya menyiapkan stra­tegi untuk menangani kelebihan cu­rah hujan di wilayah Su­la­we­si-Halmahera-Maluku dan dam­pak­nya terhadap banjir dan lo­ng­sor,” kata Erma dalam ung­gah­an Instagram BRIN In­do­nesia.

BRIN menjelaskan, ko­m­bin­si El Nino dan IOD positif akan menekan pembentukan awan di wilayah Indonesia. Dam­pak dari cuaca ini membuat pe­mbentukan awan dan hujan ter­konsentrasi di atas Samudra Pa­sifik.

Sebaliknya, wilayah In­do­ne­sia mengalami minim awan dan hu­jan. Di sisi lain, fenomena IOD positif di Samudra Hindia di­indikasikan dengan pen­di­ng­in­an suhu permukaan laut di de­kat Sumatra dan Jawa sehingga men­yebabkan wilayah di In­do­ne­sia mengalami pengurangan hu­jan yang signifikan.

Adapun, kedua fenomena ter­sebut diperkirakan ber­la­ng­sung sepanjang musim kemarau. “Ke­dua fenomena tersebut di­prediksi akan terjadi bersamaan se­lama periode musim kemarau di Indonesia sejak April hingga Ok­tober 2026,” tandasnya. bisn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper