
BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin memperkuat sinergi pengurangan sampah dengan menggandeng seluruh lapisan masyarakat, termasuk dengan organisasi pengusaha dan legislatif.
Walikota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR di Banjarmasin, Sabtu (14/3), menyampaikan, sinergi ini terus dibangun di setiap kesempatan, termasuk dalam kegiatan silaturrahmi dibalut buka puasa bersama di bulan Ramadhan.
“Seperti hari ini kita menghadiri buka puasa bersama Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI), kita gelorakan untuk bersama menangani sampah,” ujarnya.
Karena, ungkap Yamin, kondisi daerah yang saat ini masih mengalami darurat sampah akibat ditutupnya tempat pemrosesan akhir sampah (TPAS) Basirih oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI sejak Februari 2025, sangat membutuhkan peran semua pihak, termasuk organisasi pengusaha.
Lewat kuasa para pengusaha yang memiliki banyak karyawan, kata Yamin, dapat menggerakkan karyawannya untuk aktif memilah sampah yang bisa didaur ulang dari rumah tangga mereka masing-masing untuk mengurangi penumpukan sampah di TPS.
“Kita minta mereka bergandengan tangan untuk ikut mensosialisasikan program pemerintah dalam penanganan sampah ini,” ujarnya.
Selain dengan organisasi pengusaha, Yamin saat menghadiri buka puasa di gedung dewan kota, juga menyampaikan sebagai mitra strategis pemerintah kota, seluruh anggota legislatif turut berpartisipasi aktif dan menyukseskan berbagai upaya penanganan sampah yang tengah digodok, termasuk di lingkungan keluarga, kerabatnya.
“Bahkan ketika mereka menjalankan reses dan kunjungan kerja di dapil masing-masing,” tuturnya.
Yamin, yang juga pada kesempatan yang sama menghadiri silaturrahmi dan buka puasa dengan para petugas kebersihan, memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi mereka menjaga keasrian kota, terlebih selama bulan suci Ramadhan.
Dia pun memastikan bahwa perhatian pemerintah kota terhadap kesejahteraan dan peran para petugas kebersihan tetap menjadi prioritas, salah satunya melalui insentif yang diberikan bagi mereka menjelang Lebaran.
Yamin menyatakan, para petugas kebersihan bukan sekadar pekerja, melainkan turut menjadi garda terdepan dalam sinergi pembangunan kota yang berkelanjutan di tengah tantangan Kota Banjarmasin yang hingga detik ini masih fokus dan serius mencari formulasi terbaik pengelolaan sampah terpadu.
Untuk itu, ia berpesan kepada seluruh pasukan kuning untuk bisa menjadi agen sosialisasi di masyarakat dalam mengampanyekan pengurangan sampah plastik serta pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya (rumah tangga, red).
“Saya tidak bosan menyampaikan ini, sampah adalah musuh terbesar masyarakat kita. Masalah ini terjadi di seluruh Indonesia, namun saya yakin jika warga taat dan sosialisasi kita maksimal, kita bisa menyelesaikan persoalan sampah di Banjarmasin,” ujarnya.
Menurut dia, pemberian insentif itu bersumber dari anggaran di Dinas Lingkungan Hidup kota.
“Disampaikan pada rapat tadi siap anggarannya untuk sekitar 1.600 orang petugas kebersihan,” ujarnya. ant

