
BANJARMASIN- Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan perlu bantuan aparat keamanan untuk melakukan pengawasan.
Karena terkait dengan kenaikan harga, sementara BBM subsidi tetap berada pada harga yang sama, maka akan terjadi disparitas harga yang semakin besar.
Dengan semakin besarnya disparitas tersebut, tentu peluang bagi pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan dari perbedaan harga itu juga akan semakin terbuka.
“Oleh karena itu, saya pikir untuk menjaga kondisi tersebut dan memastikan penyaluran berjalan dengan baik, mungkin sudah saatnya kami mendapatkan dukungan dan bantuan dalam pengawasan. Kita juga melihat bahwa upaya-upaya dari aparat keamanan sebenarnya sudah berjalan,”ujar
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun usai Buka Puasa bersama media di Banjarmasin,Rabu ( 11/ 3) malam.
Tinggal bagaimana upaya tersebut dapat lebih ditingkatkan, agar masyarakat yang memang secara APBN dikhususkan untuk menerima subsidi benar-benar mendapatkan haknya, dan tidak justru tidak memperoleh manfaat apa pun.
Terkait harga industri, penyesuaiannya dilakukan pada awal bulan. Setiap awal bulan kami melakukan pembaruan atau penyesuaian harga.
Penyesuaian tersebut tidak selalu naik, terkadang juga bisa turun.
“Kita semua tentu berdoa agar apa yang terjadi dengan saudara-saudara kita di Timur Tengah dapat segera berakhir,” jelasnya.
Sebab dampaknya sangat luas dan bisa memengaruhi berbagai sektor di banyak negara.
“Oleh karena itu, kita berharap situasi tersebut segera membaik,” harapnya.
Terkait dengan perkembangan terakhir mengenai dua tanker yang kemarin sempat menjadi perhatian, Alhamdulillah saat ini ada yang sudah mulai bergerak menuju Indonesia dan ada juga yang masih tertahan. “Nanti akan saya coba lakukan pembaruan informasi kembali ke pusat mengenai bagaimana pergerakan kedua tanker tersebut,” tegasnya.rds

