
JAKARTA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mencatat adanya penurunan proyeksi perjalanan masyarakat di periode libur Lebaran 2026 ini. Namun, dia tetap mengantisipasi adanya lonjakan pada masa mudik nanti.
Penurunan itu tertuang dalam hasil survei yang dijalankan Kemenhub. Pada Lebaran 2026 ini, diperkirakan ada 143,9 juta orang melakukan perjalanan. Angka ini lebih rndah dsri survei tahun lalu dengan proyeksi 146,4 juta orang. “Pemerintah tetap harus mengantisipasi kemungkinan peningkatan jumlah perjalanan yang lebih tinggi dari hasil survei,” kata Dudy dalam diskusi media, di Jakarta.
Mengingat lagi, realisasi masyarakat ya_ng melakukan perjalanan pada Lebaran 2025 juga mengalami lonjakan. Meski surveinya mencatat 146,4 juta orang, nyatanya ada lebih dari 154 juta orang yang memanfaatkan libur Lebaran kala itu.
Dudy juga mencatat adanya perubahan pola saat Lebaran Idulfitri yang tak lagi sebatas mudik ke kampung halaman. Namun, ada kesempatan untuk berlibur bersama keluarga ke tempat wisata. “Hal ini dipengaruhi oleh berbagai kebijakan pemerintah yang memngkinkan masyarakat memiliki waktu lebih fleksibel untuk bepergian,” ucap dia.
Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komjen Dedi Prasetyo, mengungkapkan puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi terjadi dalam dua gelombang.
“Adapun untuk prediksi arus mudik diprediksi akan terjadi pada gelombang pertama itu tanggal 14 sampai tanggal 15 Maret 2026, kemudian gelombang kedua tanggal 18 sampai tanggal 19 Maret 2026, kata Dedi kepada wartawan, setelah acara Rapat Lintas Sektoral Bidang Operasi Tahun 2026.
Sedangkan arus balik Lebaran 2026, juga diprediksi berlangsung dalam dua gelombang, yakni 25-26 Maret dan 28-29 Maret 2026.
Guna menjamin kelancaran operasi, Polri akan melakukan beberapa kegiatan manajemen rekayasa arus lalu lintas di tol, seperti ganjil genp, one way, contraflow, delay system, hingga buffer zone di pelabuban. “Nanti ada beberapa kegiatan-kegiatan manajemen rekayasa arus lalin di jalur tol antara lain nanti berupa ganjil genap, ada juga dilaksanakan kemudian one way, contraflow, delay system, juga ada buffer zone di pelabuhan,” ungkap Dedi.
Operasi Ketupat 2026 sendiri digelar selama 13 hari, yaitu 13-25 Maret 2026. Dalam penyelenggaraan Operasi Ketupat 2026, Polri mengerahkan 161.243 personel gabungan.
Selain mengantisipasi kepadatan kendaraan, polisi juga meminta pengendara waspada jam-jam rawan terjadinya kecelakaan. Mengacu data mudik 2025 lalu, kecelakaan umumnya terjadi di pukul 21.00 – 00.00 malam. cnn/mb06

