Mata Banua Online
Sabtu, April 25, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Si Cantik Mengamuk” Puskesmas Paringin diharapkan diterapkan di semua sekolah

by Mata Banua
9 Maret 2026
in Lintas
0

 

CANTIK MENGAMUK-Petugas Puskesmas Paringin Santy Ermasari saat menjalankan inovasi “Si Cantik Mengamuk” dengan siswi sekolah dasar di Balangan beberapa waktu lalu. (foto:mb/ant)

PARINGIN-Inovasi Siswa-Siswi Pencari Jentik dan Memberantas Sarang Nyamuk (Si Cantik Mengamuk), dari Puskesmas Paringin diharapkan ke depan dapat diterapkan pada semua sekolah di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.

Berita Lainnya

Pemkab Tapin aktifkan kembali operasional TPA Hatiwin

Pemkab Tapin aktifkan kembali operasional TPA Hatiwin

23 April 2026
Milad ke-29, Yayasan Al Futuwwah Barabai komitmen akselerasi pendidikan Banua

Milad ke-29, Yayasan Al Futuwwah Barabai komitmen akselerasi pendidikan Banua

22 April 2026

“Kita sangat berharap program kegiatan ini dapat terus berjalan, agar bisa menekan ataupun menurunkan kasus DBD dan dapat ditiru sekolahan lainnya,” kata Santy Ermasari, inisiator inovasi tersebut di Balangan, Minggu.

Santy menuturkan, latar belakang program tersebut adalah terkait penyakit DBD yang disebabkan oleh virus dengue melalui gigitan nyamuk aedes egypti.

Santy melanjutkan, saat ini DBD masih menjadi persoalan di Indonesia, karena angka morbiditas DBD yang masih tidak sesuai dengan target pemerintah.

Oleh karena itu, ujar Santy, sekolah-sekolah menjadi perpanjangan tangan keluarga dalam meletakkan perilaku kehidupan selanjutnya, termasuk perilaku kesehatan.

Petugas Puskesmas Paringin ini menyebutkan, pada tahun 2023 lalu ada 27 kasus DBD yang di antaranya ada sembilan kasus pada anak sekolah, maka muncullah ide untuk membuat inovasi tersebut.

Menurut Santy, tantangan yang dihadapi terkait program ini dalam pelaksanaannya adalah seperti cuaca atau banjir, komitmen dengan siswa serta peran serta sekolah yang bersangkutan.

“Alhamdulillah dengan adanya program ini, tahun 2024 sudah dapat menekan empat dari sembilan kasus pada tahun 2023 yang berjumlah sembilan kasus,” ujar Santy.

Terakhir Santy menambahkan, pada tahun 2025 lalu kasus DBD pada anak sekolah tidak ditemukan lagi dan sekolah-sekolah sudah melakukan perilaku hidup bersih dan sehat serta melakukan pemberantasan sarang nyamuk yang terjadwal.{[an/mb03]}

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper