
BANJARMASIN – Guberur Kalimantan Selatan H. Muhidin menyampaikan optimisme terhadap penguatan kinerja Bank Kalsel, termasuk target menjadikan bank daerah tersebut sebagai bank devisa dalam waktu dekat.
Hal itu disampaikannya usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa Bank Kalsel di salah satu hotel di Banjarmasin, Rabu (4/3).
Muhidin mengatakan, dalam rapat tersebut pihaknya meminta penjelasan dari jajaran direksi mengenai perkembangan proses Bank Kalsel menuju status bank devisa. Status tersebut dinilai penting untuk memperluas layanan serta memperkuat posisi bank daerah dalam persaingan industri perbankan.
Menurutnya, berdasarkan penjelasan dari direksi, target Bank Kalsel menjadi bank devisa diperkirakan dapat terealisasi pada pertengahan tahun ini.
“Kita tadi meminta penjelasan dari direktur, sampai kapan Bank Kalsel bisa menjadi bank devisa. Tadi disampaikan bahwa kemungkinan sekitar bulan Juni sudah bisa menjadi bank devisa,” ujar Muhidin.
Ia menilai, perubahan status tersebut akan membuka peluang lebih besar bagi Bank Kalsel dalam memperluas layanan perbankan, termasuk mendukung berbagai aktivitas bisnis yang berkaitan dengan transaksi internasional.
“Kalau sudah menjadi bank devisa, tentu akanmemperkuat berbagai pembiayaan dan layanan bagi kegiatan usaha. Ini akan membuat Bank Kalsel semakin kuat dalam mendukung dunia bisnis,” katanya.
Selain itu, Muhidin juga menyoroti rencana penguatan permodalan melalui penerbitan saham seri B yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing Bank Kalsel di sektor perbankan.
Menurutnya, tambahan modal tersebut menjadi langkah strategis agar Bank Kalsel mampu bersaing dengan bank-bank lain yang memiliki jaringan dan layanan yang lebih luas.
“Dengan adanya tambahan permodalan melalui seri B ini tentu akan sangat membantu memperkuat Bank Kalsel agar bisa bersaing dengan bank-bank lainnya,” jelasnya.
Muhidin berharap minat investor terhadap saham seri B cukup tinggi, karena hal itu akan menjadi indikator positif terhadap kepercayaan publik terhadap kinerja Bank Kalsel.
Ia juga mengungkapkan bahwa kinerja keuangan Bank Kalsel dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan, terutama dari sisi pertumbuhan laba.
“Alhamdulillah kinerja bank kita cukup baik. Kenaikan laba sebelumnya sekitar 4 persen, kemudian 6 persen, dan sekarang mencapai sekitar 15 persen,” ungkapnya.
Dengan capaian tersebut, Muhidin optimistis Bank Kalsel akan semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi pembangunan ekonomi serta pelayanan perbankan bagi masyarakat Klimantan Selatan. adv /rds

