
KOTABARU-Komisi II DPRD Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan bersama instansi terkait membahas persoalan transportasi udara menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, dengan melalui rapat kerja bersama sejumlah pemangku kepentingan.
Ketua Komisi II, Abu Suwandi, menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan layanan penerbangan di Kotabaru, apabila jumlah penumpang terus merosot akibat harga yang tinggi, maskapai berpotensi mengurangi frekuensi bahkan menghentikan layanan.
“Jika ini dibiarkan, kita khawatir penerbangan makin jarang atau bahkan terhenti. Padahal bandara sangat vital bagi mobilitas dan ekonomi daerah,” ujarnya di Kotabaru dilaporkan Rabu.
Dikatakan, DPRD berupaya memastikan penerbangan rute Kotabaru-Banjarmasin tetap beroperasi secara optimal dan tidak membebani masyarakat.
Selain persoalan tarif, Komisi II juga menyoroti pembatalan penerbangan yang dinilai sering terjadi secara mendadak.
Dewan meminta, agar maskapai mempertimbangkan dampak sosialnya terhadap calon penumpang, khususnya menjelang musim mudik.
Perwakilan Wings Air, Muhammad Fitryan, menjelaskan, kebijakan tarif dan operasional sepenuhnya menjadi kewenangan manajemen pusat, pihaknya di daerah hanya melaporkan perkembangan jumlah penumpang.
Ia mengungkapkan, pada Februari lalu terdapat beberapa penerbangan yang dibatalkan karena jumlah penumpang kurang dari 10 orang. Namun, tren menjelang Lebaran mulai menunjukkan peningkatan.
Sementara itu, hasil rapat Komisi II merumuskan sejumlah langkah, di antaranya melakukan koordinasi langsung dengan manajemen pusat Lion Group, membuka peluang komunikasi dengan maskapai lain guna mendorong persaingan tarif, serta meminta agar setiap pembatalan penerbangan disampaikan jauh hari agar masyarakat memiliki alternatif perjalanan.
Wakil Ketua Komisi II, H. M. Suhartono menegaskan, bahwa kepentingan masyarakat menjadi prioritas utama.”Kami ingin memastikan transportasi jelang Lebaran berjalan lancar, harga tiket lebih rasional, dan masyarakat tidak dirugikan,” pungkasnya.
Dalam pembahasan tersebut, isu tingginya harga tiket menjadi sorotan utama. Tarif rute Kotabaru-Banjarmasin kisaran Rp1,3 juta hingga Rp1,4 juta dinilai cukup memberatkan masyarakat dan berdampak pada penurunan jumlah penumpang.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat memengaruhi stabilitas jadwal penerbangan ke depan.{{an/mb03]}

