Mata Banua Online
Jumat, Maret 6, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Tarbiyatul Aulad Juara Festival Becatuk Dauh

by Mata Banua
5 Maret 2026
in Martapura
0
PERWAKILAN Grup Tarbiatul Aulad menerima Piala Bergilir Bupati dan Wakil Bupati Banjar Festival Becatuk Dauh dari dewan juri, Kamis (5/3)) dini hari.(foto:mb/ist)

MARTAPURA – Grup Tarbiyatul Aulad dinobatkan sebagai Juara I Festival Festival Becatuk Dauh Kabupaten Banjar Tahun 2026. Grup dari Desa Mekar ini berhasil mengungguli Al Munir yang merupakan juara tahun sebelumnya dengan selisih satu poin.

Malam Grand Final Festival Becatuk Dauh 2026 yang diselenggarakan Disbudporapar Kabupaten Banjar menampilkan sembilan finalis yang berunjuk kebolehan di Alun-alun Ratu Zaleha Martapura hingga Kamis (5/3) pukul 02.00 Wita.

Berita Lainnya

Konsep Otomatis

Grand Final Festival Becatuk Dauh Berlangsung Meriah

5 Maret 2026
Kadis Tegaskan Pentingnya Data Keluarga yang Akurat

Kadis Tegaskan Pentingnya Data Keluarga yang Akurat

5 Maret 2026

Salah satu dewan juri Muhammad Syahid mengatakan, persaingan pada babak grand final berlangsung sangat ketat. Hal itu terlihat dari selisih nilai yang sangat tipis di antara para peserta.

“Nilai peserta benar-benar ketat. Saat skoring, hanya tersisa dua grup dengan selisih nilai sangat tipis, sehingga kami perlu berunding kembali. Selebihnya sudah berdasarkan angka yang objektif,” ucapnya.

Ia menjelaskan, penilaian lomba tidak hanya berfokus pada teknik memukul beduk, melainkan juga mencakup kekompakan vokal, syair Islami, serta busana yang dikenakan peserta.

Ia menyebutkan, meski jumlah peserta tahun ini tidak terlalu banyak dibanding tahun sebelumnya, namun muncul peserta kategori pelestari yang diharapkan mampu melanjutkan tradisi Becatuk Dauh ke generasi berikutnya.

Sementara, perwakilan juara I Grup Tarbiatul Aulad, Raden mengaku bersyukur atas kemenangan yang di raih usai penantian selama lima tahun terakhir.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh anggota grup yang ingin membawa pulang piala bergilir Bupati dan Wakil Bupati Banjar.

“Perasaan kami campur aduk, tentu sangat senang. Ini juga menjadi kebanggaan bagi desa kami, khususnya Desa Mekar,” ujarnya.

Raden menambahkan, persiapan menuju grand final dilakukan secara intensif selama sekitar dua bulan latihan.

Grand final di tutup dengan pengumuman para pemenang dengan masing-masing grup menerima trofi, piagam penghargaan, serta uang pembinaan yang diserahkan Kepala Disbudporapar Banjar bersama dewan juri. ril/dio

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper