
JAKARTA – Perum Bulog mengeklaim bahwa beras Befood Nusantara yang diekspor ke Arab Saudi untuk kebutuhan jemaah haji Indonsia merupakan beras berkualitas super premium dengan tingkat pecahan (broken) hanya 4%.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam pelepasan ekspor beras Befood Nusatara di Kompleks Kanwil Bulog Jakarta-Banten di Jakarta Utara pada Rabu.
“Ini beras premium yang pecahannya di bawah 5%, bahkan ini 4%. Kemudian juga kadar airnya di bawah 14%. Jadi kalau menuut kami, ini beras super premium yang pernah dibuat oleh Bulog,” kata Rizal.
Dia menjelaskan, kualitas beras ini lebih tinggi dibandingkan beras premium komersil di Tanah Air yang memiliki tinkat pecahan 15%. Rizal juga menggarisbawahi bahwa beras yang diekspor ke Arab Saudi bukan berasal dari stok di Gudang Bulog, melainkan dari hasil pengadaan gabah segar petani dalam negeri yang diproses melalui penggilngan.
Menurutnya, sudah terdapat dua importir di Arab Saudi sebagai pembeli produk tersebut. Total beras yang diekspor Bulog mencapai 2.280 ton untuk kebutuhan sekitar 215.000 jemaah haji Tanah Air, dengan ekspor yan dilakukan bertahap.
“Mudah-mudaan ini berlanjut ke depannya, karena teman-teman dari Saudi berharap ini berkelanjutan untuk ekspor komersial dalam bentuk beras jemaah umrah maupun mukimin-mukimin yang ada di Arab Saudi,” ujar dia.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan rapat koordinasi terbatas (rakortas) pemerintah beberapa waktu lalu telah memutuskan mekspor beras perdana untk kebutuhan jemaah haji Indonesia.
Ke depan, Indonesia disebutnya juga akan membuka peluang ekspor beras ke negara tetangga, seperti Malaysia. “Untuk tahap pertama ini kira-kira 2.280 ton. Nanti lanjut akan Malayia dan lain-lain, tapi ini perdana ke Arab Saudi 2.280 ton,” kata Zulhas dalam rapat koordinasi terbatas di Kemenko Pangan, Jakarta. bisn/mb06.

