
BANJARBARU – Berdasarkan data Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan selama bulan Januari dan Februari 2026, telah terjadi 40 kali bencana alam di Banua.
Dari 40 kali bencana alam di Kalsel itu didominasi bencana angin ribut atau dikenal angin puting beliung sebanyak 29 kali,” ucap Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provnsi Kalsel H Achmadi SSos, Rabu (4/3).
Menurut Madi –sapaan akrabnya, 29 kali bencana angin puting beliung tersebut terbanyak terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) tercatat enam kali, di susul empat kali di Kota Banjarbaru.
Selain itu, di Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar masing-masing tiga kali, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kotabaru masing-masing dua kali, Tapin, Hulu Sungai Tengah (HST) dan Tanah Laut (Tala), masing-masing satu kali.
Kemudian untuk bencana banjir di Kalsel terjadi 10 kali, masing-masing satu kali di Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin, HSS, HST, HSU, Balangan, Tabalong, Batola dan Tanah Laut (Tala). Sedangkan tanah longsor satu kali di Kabupaten Tapin,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, bencana alam itu menyebabkan 76.334 kepala keluarga (KK) atau 228.896 jiwa terdampak, dengan korban terbanyak terdampak di Kabupaten Banjar mencapai 37.892 KK atau 107.309 jiwa, di susul HSU 14.328 KK atau 41.894 jiwa, dan Batola 8.760 KK atau 26.438 jiwa.
Bencana alam tersebut juga menyebabkan 61 buah rumah penduduk mengalami kerusakan barat, 128 rumah rusak ringan, dan 41.783 rumah mengalami kerusakan ringan, terbanyak di Kabupaten HSU tercatat 13.038 buah.
Ketika ditanya asumsi kerugian akibat bencana alam selama dua bulan ini, Madi mengengkapkan asumsi sementara kerugian ditaksir mencapai Rp 209,006 miliar, yaitu terbesar di alami Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sekitar Rp 86,430 miliar, di susul Kabupaten Banjar sekitar Rp 44,610 miliar, dan Batola ditaksir Rp 36,720 miliar.
Selaij itu, Kabupaten HSS ditaksir Rp 17,366 miliar, Tapin Rp 17,620 miliar, Balangan Rp 9,680 mliar, Tabalong Rp 7 miliar, Tala Rp 6,240 miliar, HST sekitar Rp 5,260 miliar, dan Kota Banjarbaru Rp 380 juta,” ujarnya.“Madi pun mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana alam banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengurangi resiko akibat bencana. ani

