
MARTAPURA – Tingkat kegemaran membaca masyarakat Kabupaten Banjar masih perlu terus ditingkatkan.
Hal ini diungkapkan Bupati Banjar H Saidi Mansyur yang disampaikan Plh Sekda H Ikhwansyah saat memberikan arahan dalam Apel Gabungan lingkup Pemerintah Kabupaten Banjar, Senin (2/3).
Dalam sambutan tertulis, Bupati Banjar menyebutkan tentang Penguatan Literasi dan Pengelolaan Arsip di daerah.
Menurutnya, tiga hal utama yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni tingkat kegemaran membaca masyarakat yang masih perlu terus ditingkatkan, standarisasi perpustakaan yang belum merata, dan pengelolaan arsip agar semakin tertib.
“Saat ini dari 758 perpustakaan yang ada, sebanyak 665 telah memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP), dan 45 di antaranya telah memenuhi Standar Perpustakaan Nasional (SPN). Ini adalah progress yang baik, namun target kita tentu masih lebih tinggi dari itu,” ujarnya.
Di bidang kearsipan, lanjut dia, pada tahun 2025 Indeks Kearsipan Kabupaten Banjar meraih skor 83,30 dengan kategori A atau Memuaskan. Pencapaian ini bukan titik akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola yang tertib, sistematis dan berbasis digital.
“Saya juga menyambut baik transformasi digital melalui Aplikasi SRIKANDI yang saat ini telah digunakan oleh 1.069 pengguna, meliputi 27 SKPD, 20 kecamatan, 13 kelurahan, dan 30 UPTD puskesmas. Saya minta penggunaan aplikasi ini terus diperluas dan dioptimalkan,” katanya.
Ikhwansyah menambahkan, keberhasilan program-program tersebut membutuhkan sinergi lintas sektor, yakni dinas pendidikan untuk penguatan literasi di sekolah-sekolah agar terus ditingkatkan, dan dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD) terkait dukungan dalam mendorong tata kelola arsip dan literasi di tingkat desa.
“Meskipun kita menghadapi kendala keterbatasan SDM dan sarana prasarana, saya optimis dengan semangat gotong royong, budaya tertib arsip dan kemajuan literasi atau gemar membaca di Kabupaten Banjar akan dapat terwujud dengan maksimal,” ucapnya. ril/dio

