
Jakarta – Pembalap Honda Team Asia Veda Ega Pratama buka suara setelah finis kelima dalam Moto3 Thailand 2026 di Sirkuit Buriram, Minggu (1/3).
Veda Ega Pratama tampil impresif dengan start di posisi lima pada Moto3 Thailand. Penampilan mengesankan dilanjutkan pembalap 17 tahun itu dalam balapan utama setelah finis kelima.
Hasil itu membuat Veda Ega mencetak rekor sejarah bagi pembalap Indonesia pada ajang grand prix. Sebelumnya, rekor poin tertinggi pembalap Indonesia di grand prix dalam satu musim dimiliki Mario Suryo Aji. Mario Aji mencetak rekor tertinggi usai membukukan 8 poin pada Moto2 2025.
Usai balapan Veda Ega merasa terkesan dengan hasil yang diperoleh dalam Moto3 Thailand. Pembalap 17 tahun itu juga berjanji terus belajar demi meningkatkan kualitas membalap.
“Balapan hari ini sungguh luar biasa bagi saya karena ini adalah debut saya di kejuaraan dunia dan saya rasa kami telah melakukan pekerjaan yang sangat baik bersama tim,” ujar Veda Ega.
“Saya banyak belajar dari balapan ini dan pengalaman itu akan sangat penting untuk masa depan,” tutur Veda Ega menambahkan.
Runner up Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025 juga mengungkapkan kesulitan yang dihadapi dalam debut di Moto3 itu.
“Selama balapan, saya sedikit kesulitan dengan cuaca panas dan juga dengan manajemen ban, tetapi saya terus berusaha dan mencoba mengejar kelompok yang berjuang untuk podium,” ucap Veda Ega.
Veda Ega tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya setelah finis kelima di Moto3 Thailand. Dia berterima kasih kepada tim yang membantunya bersinar di Buriram.
“Pada akhirnya, finis di posisi ke-5 adalah hasil yang sangat bagus untuk balapan pertama saya, jadi saya sangat senang. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim karena mereka telah melakukan pekerjaan yang hebat akhir pekan ini,” ujar Veda Ega.
“Kami akan terus bekerja keras dan terus meningkatkan performa untuk balapan berikutnya.” web

