
JAKARTA – Eskalasi konflik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah mulai berdampak nyata pada pelaksanaan ibadah umrah jemaah asal Indonesia. Sejumlah maskapai dilaporkan terpaksa mengubah rute hingga menunda jadwal penerbangan dari dan menuju Arab Saudi demi alasan keamanan.
Kondisi ini memicu ketidakpastian jadwal bagi puluhan ribu jemaah, baik mereka yang kini tengah berada di tanah suci maupun jemaah yang masih menunggu keberangkatan di tanah air.
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), saat ini tercatat sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi. Pemerintah memastikan puluhan ribu jemaah tersebut tetap dalam pantauan ketat.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Puji Raharjo, mengonfirmasi bahwa pemerintah terus melakukan monitor secara intensif terkait dinamika situasi regional tersebut.
“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini,” ujar Puji Raharjo dalam keterangan tertulis Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah RI di Jakarta, Sabtu (28/2) malam WIB, seperti dikutip CNNIndonesia.com.
Puji menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengambil risiko terkait keselamatan warga negaranya. Kemenhaj kini terus menjalin komunikasi aktif dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, serta KBRI Riyadh untuk memastikan setiap perkembangan situasi di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.
“Kemenhaj terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Di sisi lain, pemerintah juga meminta keluarga jemaah di Indonesia untuk tidak terpancing oleh informasi yang tidak jelas sumbernya (hoax).
Setiap perkembangan kebijakan terkait jadwal kepulangan atau penyesuaian keberangkatan akan disampaikan melalui saluran resmi PPIU atau biro travel masing-masing.
Hingga saat ini, situasi jemaah di Arab Saudi dilaporkan masih kondusif meski jadwal penerbangan mengalami dinamika akibat penutupan atau pengalihan wilayah udara di zona konflik.
Sementara, Operasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Minggu (1/3), tetap berjalan kondusif meski terdapat penyesuaian jadwal penerbangan rute Timur Tengah imbas gempuran Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.
Berdasarkan data izin rute yang diterbitkan otoritas terkait serta pembaruan hingga pukul 10.00 waktu setempat, tercatat sebanyak 39 penerbangan rute Timur Tengah terjadwal, kemarini. Rinciannya terdiri dari 20 penerbangan kedatangan (arrival) dan 19 penerbangan keberangkatan (departure), dengan komposisi 38 penerbangan reguler dan satu penerbangan charter.
Adapun rincian rute meliputi Abu Dhabi (AUH) sebanyak tiga penerbangan, Doha (DOH) delapan penerbangan, Dubai (DXB) empat penerbangan, Istanbul (IST) dua penerbangan, Jeddah (JED) 17 penerbangan, serta Madinah (MED) tiga penerbangan. Namun hingga pembaruan terakhir, tercatat 17 penerbangan terkonfirmasi batal (cancelled).
Pada rute Abu Dhabi, tiga penerbangan milik Etihad Airways, yakni EY474 (arrival), EY472 (arrival), dan EY473 (departure) dibatalkan. Untuk rute Doha, enam penerbangan dibatalkan, masing-masing Qatar Airways QR958 (arrival), Garuda Indonesia GA901 (arrival), Qatar Airways QR956 (arrival), Qatar Airways QR955 (departure), QR959 (departure), dan QR957 (departure).
Sementara itu, pada rute Dubai, empat penerbangan Emirates, yakni EK356 (arrival), EK358 (arrival), EK359 (departure), dan EK357 (departure) juga dibatalkan.
Dua penerbangan rute Jeddah milik Saudia Airlines, yakni SV822 (arrival) dan SV823 (departure) turut dibatalkan. Begitu pula dua penerbangan rute Madinah, yakni SV820 (arrival) dan SV821 (departure).
Di sisi lain, tercatat satu penerbangan telah berangkat, yakni Saudia Airlines SV827 tujuan Jeddah. Sedangkan tiga penerbangan telah mendarat, yakni Lion Air JT115 dari Jeddah, Saudia Airlines SV816 dari Jeddah, serta Garuda Indonesia GA969 dari Madinah. Pantauan CNN Indonesia di Bandara Soekarno Hatta, Counter Chek-in di Terminal 3 Bandara yang biasa ramai melayani rute penerbangan Timur Tengah ditutup, Minggu (1/3) siang.
Pengelola bandara memastikan operasional tetap berjalan aman, tertib, dan kondusif. Penyesuaian jadwal disebut sebagai tindak lanjut atas perkembangan situasi operasional pada rute Timur Tengah.
“Penanganan terhadap penumpang terdampak dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku melalui koordinasi intensif bersama maskapai penerbangan terkait pembaruan jadwal dan pelayanan calon penumpang di bandara,” terang Pgs Asst. Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta Aziz Fahmi Harahap.
Koordinasi juga dilakukan dengan AirNav Indonesia untuk memantau kondisi ruang udara, serta unsur aparat keamanan guna memastikan situasi tetap terkendali.
“Kami mengimbau kepada para calon penumpang untuk senantiasa memantau informasi terbaru melalui kanal resmi masing-masing maskapai dan memastikan kembali status penerbangan sebelum menuju bandara,” tambahnya. web


