
BANJARMASIN– PT. Jamkrida Kalsel sebagai Badan Usaha Milik Daerah yang bergerak di bidang penjaminan kredit sejak tahun 2013 terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Selatan dengan visi Menjadi Perusahaan Penjaminan yang Sehat dan Terkemuka.
PT. Jamkrida Kalsel melalui penjaminan kredit kepada UMKM ikut berpartisipasi membangun ekosistem perekonomian daerah Kalimantan Selatan.
Direktur Utama (Dirut) PT Jamkrida Kalsel, Muhammad Fauzan Noor mengatakan sejak berdiri hingga posisi akhir tahun 2025, PT. Jamkrida Kalsel telah menjamin sekitar 109.099 UMKM di seluruh Kalimantan Selatan dengan total nilai penjaminan mencapai Rp13,08 triliun.
Rata-rata penjaminan per tahun berada pada kisaran 8.000-9.000 UMKM dengan nilai penjaminan sekitar Rp1,09 triliun per tahun, dan menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir seiring pertumbuhan permintaan pembiayaan mikro dan kecil. “Tiga daerah dengan konsentrasi UMKM terbesar berada di Kota Banjarmasin dengan total Rp2,44 triliun, Kabupaten Barito Kuala dengan total Rp1,22 triliun, dan Kabupaten Tabalong sebesar Rp1,02 triliun,” ujar Fauzan Noor di Banjarmasin, Sabtu ( 28/ 2) sore.
Melalui misi memberikan manfaat kepada UMKM dan Koperasi PT. Jamkrida Kalsel mengedepankan prinsip tata kelola yang baik (good corporate governance), manajemen risiko yang terukur, serta inovasi produk penjaminan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar.
“Memasuki tahun 2026, PT. Jamkrida Kalsel menargetkan peningkatan penjaminan sebesar 171% dibandingkan tahun 2025, dengan proyeksi penjaminan baru sekitar 10.000 – 13.000 UMKM dalam satu tahun dan nilai penjaminan mencapai kisaran Rp2 triliun– Rp2,9 triliun, ” jelasnya.
Target tersebut diharapkan mendorong total kumulatif penjaminan sejak berdiri menembus lebih dari Rp15 triliun.
Strategi pencapaian target 2026 akan diperkuat melalui kolaborasi aktif dengan Bank Kalsel, jaringan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Kalimantan Selatan, serta koperasi simpan pinjam di berbagai kabupaten/kota. Kerja sama ini mencakup skema penjaminan kredit mikro, kredit modal kerja, kredit investasi, serta program pembiayaan berbasis klaster UMKM.
Dengan sinergi tersebut, PT. Jamkrida Kalsel optimistis dapat memperluas inklusi keuangan, mengurangi risiko kredit bagi lembaga penyalur, serta membantu UMKM naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja di Kalimantan Selatan.rds

