
BANJARMASIN – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel kembali memperkuat perannya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat prasejahtera. Terbaru, lembaga ini menyalurkan bantuan modal usaha, serta perbaikan sarana dagang bagi dua pelaku usaha mikro di Kota Banjarmasin.
Kedua penerima manfaat tersebut adalah Rahmat Syaifullah (47), pedagang nasi campur di Jalan Pramuka, dan Maulidayah (28), pelaku usaha kecil di lingkungan rumahnya.
Rahmat Syaifullah, yang berjualan bersama istrinya, Emelda Rusinah, selama ini menghadapi kendala pada tingginya biaya operasional. Meski giat berdagang dan menyambi sebagai guru ngaji, pendapatan mereka seringkali hanya cukup untuk menutupi modal harian, sehingga sulit untuk melakukan pengembangan usaha.
Di sisi lain, Maulidayah berinisiatif berjualan pentol dan minuman dingin untuk menopang penghasilan suaminya yang bekerja sebagai buruh kayu. Namun, keterbatasan modal membuatnya terpaksa menggunakan gerobak yang sudah rusak dan tidak layak pakai.
Merespons kondisi tersebut, UPZ Bank Kalsel memberikan bantuan stimulan berupa tambahan modal usaha dan biaya perbaikan gerobak. Program ini bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola khusus untuk mustahik produktif.
Staf UPZ Bank Kalsel, M Rizaldy Mustary Haq menjelaskan bantuan ini bertujuan menciptakan keberlanjutan usaha bagi para penerima manfaat. “Kami berharap bantuan ini menjadi pemicu agar usaha Bapak Rahmat dan Ibu Maulidayah berkembang lebih baik, sehingga taraf ekonomi keluarga mereka dapat meningkat secara mandiri,” ujar Rizaldy saat penyerahan bantuan.
Melalui bantuan ini, kedua pedagang tersebut kini dapat memperbaiki sarana dagang yang telah lapuk serta melengkapi peralatan usaha agar lebih efisien.
UPZ Bank Kalsel juga terus mengajak para donatur dan nasabah untuk berpartisipasi dalam program kemanusiaan dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui rekening resmi UPZ Bank Kalsel guna mendukung lebih banyak pelaku usaha kecil lainnya.rds

