
BANJARMASIN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin berencana regrouping (menggabungkan) siswa SDN Pengambangan 5 ke sekolah lain di kawasan Banjarmasin Timur.
Hal ini karena melihat semakin sempitnya lahan sekolah yang tak sebanding dengan banyaknya jumlah pelajar. “Siswa sangat banyak namun halaman dan ruang-ruang sekolahnya tak sebanding,” ungkap Kepala Disdik Banjarmasin, Ryan Utama belum lama tadi.
Dia menjelaskan, sempitnya kondisi sekolah tersebut tidak mungkin dapat diperluas lagi. Apalagi mengingat status sekolah tersebut sifatnya pinjam pakai.
“Lahannya itu bukan milik Pemko Banjarmasin, jadi sifatnya pinjam pakai yang sewaktu-waktu bisa saja diambil,” ujarnya.
Ryan menuturkan, saat ini salah satu prioritas Disdik Kota Banjarmasin adalah melakukan regrouping sekolah-sekolah, terutama yang berdiri bukan di lahan milik pemerintah.
Mengingat di Kota Banjarmasin sendiri, banyak ditemui sekolah-sekolah yang berdiri di lahan pribadi orang lain hingga tak jarang berujung bermasalah.
“Seperti SDN Murung Raya 1 Banjarmasin, juga akan dipikirkan untuk regrouping,” ujarnya.
Langkah regrouping tidak asal karena harus mempertimbangkan aspek yang lain. Contohnya, memperhatikan radius atau jarak tempuh sekolah yang dipilih menjadi lokasi menampung dari regrouping itu sendiri. Agar siswa tidak jauh pergi ke sekolah.
“Kita lihat radius dan siswanya dari mana saja. Terus memilih sekolah terdekat dari regrouping ini,” tuturnya.
Harus dipertibangkan pula, regrouping atau tetap menggunakan lahan dengan tukar guling dengan pemilik lahan. Namun, menurutnya solusi regrouping ini dirasa lebih efektif untuk perbaikan sekolah dengan jumlah siswa yang sedikit.
“Saya rasa mending diregrouping dari pada mempertahankan sekolah kondisi seperti itu dengan biaya operasionalnya yang lumayan,” tutupnya.
Sementara, Kepala SDN Pengambangan 5 Banjarmasin, Wahyu Ekma Pranatalia mengatakan sampai saat ini pihaknya masih belum menerima informasi secara resmi mengenai rencana regrouping tersebut.
“Belum ada info jelasnya mengenai rencana regrouping ini,” kata Wahyu.
Namun dia mengakui bahwa SDN Pengambangan 5 Banjarmasin berada di lahan pribadi milik instansi TNI.
“Tanah ini bukan milik Pemko tapi milik instansi TNI. Tapi selama ini kami punya surat pinjam pakai yang selalu diperpanjang,” ucap Wahyu.
Wahyu menyebutkan bahwa selama ini dari pihaknya instansi TNI tidak mempermasalahkan lahan yang dipakai tesebut. Selagi memang untuk kepentingan pendidikan
“Alhamdulillah tidak dipermasalahkan,” ujarnya.
Menurutnya, dengan jumlah siswa yang hampir 400 orang. Maka solusi regrouping dirasa kurang tepat dilakukan di SDN Pengambangan 5 Banjarmasin.
Beda halnya dengan sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan siswa, hingga hal ini bisa menjadi jalan keluarnya. “Siswa di sini hampir 400 orang, jadi mungkin agak susah juga kalau diregrouping,” ujarnya.
Ia berharap Pemko Banjarmasin bisa menggunakan opsi lain. Misalnya lahannya ditebus atau tukar guling.
Menurutnya selama ini SDN Pengambangan 5 Banjarmasin mendapat predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri pada tahun 2023 lalu. Belum lagi penghargaan pendidikan lainnya yang berhasil diraih sekolah ini.
“Makanya sangat disayangkan kalau sekolah ini di regrouping karena selama ini banyak penghargaan yang sudah diraih,” tutupnya. via

