Mata Banua Online
Selasa, Februari 24, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pasar Raya TPID Jaga Stabilitas Harga Pangan

by Mata Banua
23 Februari 2026
in Banjarmasin
0
KEPALA Biro Perekonomian Setda Kalsel Eddy Elminsyah Jaya (kanan) dan Ekonom Senior KPw BI Kalsel Teguh Arifyanto (kiri) memberikan keterangan di sela Pasar Wadai Ramadhan di kawasan Siring 0 Kilometer, Banjarmasin, Kamis (19/2).(foto:mb/ant)

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalsel menggelar Pasar Raya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) ke-6 guna menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga pangan selama Ramadhan 1447 Hijriah.

Kepala Biro Perekonomian Setda Kalsel Eddy Elminsyah Jaya di sela Pasar Wadai Ramadhan di Banjarmasin, Kamis, mengatakan Pasar Raya TPID merupakan bagian dari langkah konkret pengendalian inflasi, terutama menjelang dan selama hari besar keagamaan nasional yang kerap memicu kenaikan harga bahan pokok.

Berita Lainnya

Pemko Lelang 112 Kendaraan dan Bongkaran Bangunan

Pemko Lelang 112 Kendaraan dan Bongkaran Bangunan

23 Februari 2026
Pemprov Komitmen Sukseskan Program Tiga Juta Rumah

Pemprov Komitmen Sukseskan Program Tiga Juta Rumah

23 Februari 2026

“Pasar Raya TPID ini salah satu upaya kita menjaga stabilitas harga pangan pokok karena biasanya pada hari besar keagamaan nasional harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan,” ujar Eddy.

Ia mengatakan pasar tersebut menyediakan sejumlah komoditas strategis seperti beras, telur, bahan pangan pokok lainnya serta tabung LPG bekerja sama dengan Pertamina.

“Komoditas dijual dengan harga distributor agar dapat mempengaruhi harga di tingkat pasar sehingga tetap terkendali,” ujar dia.

Eddy berharap intervensi melalui penjualan harga distributor mampu membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga daya beli selama Ramadhan.

Ia mengatakan Pasar Raya TPID dibuka setiap hari selama rangkaian Pasar Wadai Ramadhan berlangsung di kawasan Siring 0 Kilometer Banjarmasin mulai pukul 15.00 WITA hingga kegiatan berakhir.

Sementara itu, Ekonom Senior KPw BI Kalsel Teguh Arifyanto mengatakan mereka bersama TPID Provinsi Kalsel mengajak masyarakat memanfaatkan komoditas bersubsidi yang disediakan pemerintah pada momentum tersebut.

“Beberapa komoditas yang dijual di sini mendapat subsidi dari pemerintah. Kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan pasar murah ini agar kebutuhan pokok dapat diperoleh dengan harga lebih terjangkau,” ujar dia.

Teguh mengatakan Pasar Raya TPID direncanakan berlangsung selama 10 hari. Apabila antusiasme masyarakat tinggi, pelaksanaan kegiatan tersebut berpeluang diperpanjang sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah selama Ramadhan. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper